PAPUA - Perayaan Paskah 2026 di Manokwari berlangsung penuh makna dan kekhidmatan, khususnya bagi Pemuda dan Jemaat GPKAI Elim Wosi yang menggelar rangkaian kegiatan rohani secara bersama-sama.
Kegiatan tersebut diawali dengan prosesi Jalan Salib sejauh satu kilometer yang diikuti oleh pemuda dan anak-anak sekolah Minggu sebagai bentuk refleksi atas penderitaan Yesus Kristus.
Rute Jalan Salib dimulai dari kawasan Transito hingga berakhir di Soribo, dengan suasana yang penuh penghayatan dan doa sepanjang perjalanan.
Baca juga: Xavion Gym Nabire Jadi Rekomendasi Fitness Modern dengan Fasilitas Lengkap dan Ruang Luas
Ketua panitia, Daniel Nuham, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan Paskah tahun ini.
Ia menjelaskan bahwa prosesi Jalan Salib melibatkan banyak unsur jemaat, termasuk generasi muda yang turut mengambil peran aktif dalam kegiatan tersebut.
Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah saat salib dipikul oleh Miska Saiba, seorang pemuda GPKAI Elim Wosi, sebagai simbol pengorbanan Kristus.
Baca juga: Maezpro Gym Merauke Jadi Rekomendasi Fitness Nyaman dengan Pelatih Ramah untuk Pemula
Setelah pelaksanaan Jalan Salib, kegiatan dilanjutkan dengan pawai obor yang digelar pada Minggu subuh dan diikuti oleh jemaat dari berbagai kalangan.
Pawai obor tersebut juga diramaikan oleh partisipasi jemaat dari Gereja Petrus Wosi Gaya Baru, menambah semangat kebersamaan antarumat.
Dalam pawai itu, para peserta membawa obor sambil melantunkan lagu rohani “Ku Berlari ke Kanaan” yang menggema sepanjang perjalanan.
Baca juga: Derich Gym and Sauna Biak Jadi Rekomendasi Fitness Lengkap dengan Fasilitas Sauna Gratis
Suasana religius terasa begitu kuat, menciptakan momen reflektif yang menyatukan iman dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Menurut Daniel Nuham, perayaan Paskah bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana edukasi iman bagi generasi muda agar memahami makna pengorbanan dan kebangkitan Kristus.
Ia juga berharap kegiatan ini mampu menanamkan nilai-nilai spiritual sekaligus mempererat toleransi dan kedamaian antarumat di Manokwari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jubi