Buah Merah Papua Jadi Superfood Dunia, Kaya Antioksidan Dan Dipercaya Menjaga Stamina Tubuh
PAPUA - Buah merah menjadi salah satu kekayaan alam khas Papua yang kini semakin dikenal hingga mancanegara. Tanaman endemik bernama ilmiah Pandanus conoideus ini dianggap sebagai superfood karena kandungan nutrisi dan antioksidannya yang sangat tinggi.
Masyarakat Papua telah lama memanfaatkan buah merah sebagai bahan pangan sekaligus obat tradisional. Buah ini biasanya diolah menjadi minyak atau ekstrak yang dipercaya membantu menjaga stamina tubuh.
Buah merah memiliki bentuk lonjong menyerupai torpedo dengan ukuran cukup besar. Panjangnya dapat mencapai sekitar 30 hingga 100 sentimeter dengan diameter sekitar 10 hingga 15 sentimeter.
Baca juga: Beasiswa Papua 2026 Buka Peluang Kuliah Ke Luar Negeri Bagi Putra Putri Asli Tanah Papua
Saat masih muda, buah ini berwarna hijau atau kekuningan. Namun ketika matang, warnanya berubah menjadi merah marun terang yang menjadi ciri khas utama tanaman tersebut.
Tanaman buah merah tumbuh subur di wilayah pegunungan Papua, terutama di kawasan Wamena dan dataran tinggi lainnya. Habitat terbaiknya berada pada ketinggian sekitar 2.000 hingga 3.000 meter di atas permukaan laut.
Salah satu alasan buah merah disebut superfood adalah kandungan beta-karotennya yang sangat tinggi. Kandungan tersebut bahkan disebut bisa mencapai beberapa kali lipat dibandingkan wortel.
Selain beta-karoten, buah merah juga kaya akan vitamin E, vitamin C, serta asam lemak esensial seperti omega-3 dan omega-6. Kombinasi nutrisi tersebut membuatnya dipercaya memiliki banyak manfaat kesehatan.
Baca juga: Tradisi Sasi Di Papua Jadi Benteng Adat Dalam Menjaga Laut Dan Kelestarian Biota Pesisir
Kandungan beta-karoten yang tinggi berfungsi sebagai pro-vitamin A yang baik untuk menjaga kesehatan mata. Nutrisi ini juga membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Buah merah juga dikenal memiliki kandungan antioksidan yang tinggi sehingga dipercaya mampu meningkatkan sistem imun tubuh. Karena itu, banyak masyarakat mengonsumsinya untuk menjaga daya tahan tubuh tetap optimal.
Dalam pengobatan tradisional Papua, ekstrak buah merah sering digunakan untuk membantu mengontrol kadar gula darah dan kolesterol. Penelitian mengenai potensinya untuk mendukung terapi penyakit degeneratif juga terus berkembang.
Tak hanya untuk kesehatan tubuh, minyak buah merah juga dimanfaatkan dalam perawatan kulit. Kandungan vitamin E di dalamnya dipercaya membantu regenerasi sel dan menjaga kulit tetap sehat.
Baca juga: Kisah Dokter Inspiratif Di Papua Yang Mengabdi Hingga Pedalaman
Secara tradisional, masyarakat Papua mengolah buah merah dengan cara direbus lalu diperas hingga menghasilkan minyak berwarna merah pekat. Cara ini sudah dilakukan turun-temurun selama bertahun-tahun.
Kini buah merah tidak hanya dikenal sebagai warisan pangan lokal Papua, tetapi juga berkembang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Berbagai olahan seperti suplemen kesehatan, minyak herbal, hingga kosmetik berbahan buah merah mulai dipasarkan lebih luas ke berbagai daerah bahkan mancanegara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: