Kamis, 16 JULI 2026 • 13:58 WIB

Tradisi Unik 17 Agustus Di Papua Yang Selalu Mencuri Perhatian, Dari Bakar Batu Hingga Karnaval Budaya

Author

Orang Papua Mengunyah Pinang

PAPUA - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Tanah Papua tidak hanya diwarnai dengan upacara pengibaran bendera, tetapi juga diperkaya berbagai tradisi adat yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Perayaan kemerdekaan di berbagai daerah Papua menjadi momentum untuk memperlihatkan kekayaan budaya lokal yang berpadu dengan semangat nasionalisme. Berbagai kegiatan digelar mulai dari ritual adat, pertunjukan seni budaya, hingga pawai yang melibatkan masyarakat dari beragam latar belakang.

Salah satu tradisi yang paling dikenal adalah Bakar Batu atau Barapen. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur yang masih terus dilestarikan oleh masyarakat, khususnya di wilayah Pegunungan Papua.

Baca juga: Top 5 Wisata Di Nabire Yang Wajib Masuk Daftar Liburan, Dari Hiu Paus Hingga Air Terjun Eksotis

Dalam prosesi tersebut, batu-batu dipanaskan menggunakan kayu bakar sebelum digunakan untuk memasak berbagai bahan makanan seperti umbi-umbian, sayuran, daging babi, maupun ayam. Seluruh proses dilakukan secara gotong royong oleh warga.

Setelah makanan matang, seluruh peserta berkumpul untuk menyantap hidangan bersama. Tradisi ini menjadi lambang persatuan, solidaritas, serta ungkapan syukur atas kedamaian, kesejahteraan, dan kemerdekaan yang dinikmati bersama.

Nuansa budaya juga terlihat saat pelaksanaan upacara pengibaran Bendera Merah Putih di berbagai wilayah Papua. Banyak peserta, petugas upacara, hingga pejabat pemerintah mengenakan pakaian adat khas Papua sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal.

Baca juga: Tokoh Adat Papua, Penjaga Tradisi Dan Jembatan Pembangunan Dari Tanah Ulayat Hingga Kebijakan Daerah

Berbagai atribut tradisional seperti koteka, rok rumbai, hiasan kepala dari bulu kasuari, hingga lukisan tubuh bermotif etnik menjadi bagian dari penampilan peserta upacara. Pemandangan tersebut menghadirkan suasana yang khas sekaligus memperkuat identitas budaya Papua.

Penggunaan busana adat dalam upacara kenegaraan juga menjadi simbol bahwa semangat nasionalisme dapat berjalan seiring dengan pelestarian warisan budaya yang dimiliki setiap daerah di Indonesia.

Selain upacara, berbagai daerah di Papua turut menggelar karnaval budaya yang menjadi salah satu agenda paling dinantikan masyarakat menjelang maupun sesudah peringatan 17 Agustus.

Baca juga: Mengenal Jejak Sejarah Papua, Tiga Situs Bersejarah Yang Menyimpan Kisah Perjuangan Bangsa

Karnaval tersebut menampilkan beragam pertunjukan seni, tarian tradisional, kendaraan hias, hingga parade pakaian adat dari berbagai suku di Indonesia. Masyarakat asli Papua tampil berdampingan dengan warga pendatang yang mengenakan busana tradisional dari daerah asal masing-masing.

Di sejumlah kabupaten seperti Yahukimo, Jayapura, hingga wilayah Papua Barat Daya, pawai budaya menjadi ajang mempererat persaudaraan antarwarga sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya Nusantara kepada generasi muda.

Rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan di Papua menunjukkan bahwa semangat kebangsaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara resmi, tetapi juga melalui pelestarian tradisi, penghormatan terhadap budaya lokal, serta kebersamaan masyarakat yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Melalui perpaduan antara adat istiadat dan semangat nasionalisme tersebut, perayaan 17 Agustus di Papua menjadi salah satu potret keberagaman Indonesia yang memperlihatkan bahwa persatuan dapat tumbuh di tengah kekayaan budaya yang berbeda-beda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU