Minggu, 19 JULI 2026 • 08:00 WIB

Misteri Suanggi Di Papua, Kepercayaan Turun-Temurun Yang Masih Hidup Di Tengah Masyarakat

Author

Ilustrasi sosok Suanggi (art station)

PAPUA - Suanggi merupakan salah satu kepercayaan yang telah lama hidup dalam budaya masyarakat Papua dan sejumlah wilayah di Indonesia Timur. Istilah ini merujuk pada ilmu hitam maupun sosok gaib yang dipercaya memiliki kekuatan untuk mencelakai manusia.

Dalam tradisi lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi, suanggi tidak hanya dipandang sebagai makhluk tak kasatmata, tetapi juga dikaitkan dengan manusia yang diyakini mempelajari serta menguasai ilmu sihir tertentu.

Bagi sebagian masyarakat adat, kepercayaan terhadap suanggi masih menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya. Cerita mengenai keberadaannya terus berkembang melalui kisah-kisah yang dituturkan oleh para tetua adat maupun masyarakat setempat.

Baca juga: Tradisi Unik 17 Agustus Di Papua Yang Selalu Mencuri Perhatian, Dari Bakar Batu Hingga Karnaval Budaya

Suanggi sering digambarkan sebagai roh jahat yang memiliki kemampuan bergerak dengan cepat dan muncul pada malam hari. Dalam berbagai cerita rakyat, sosok tersebut kerap digambarkan menyerupai bola api yang melayang di langit.

Selain dipercaya sebagai makhluk gaib, istilah suanggi juga digunakan untuk menyebut seseorang yang diduga mempraktikkan ilmu hitam. Orang tersebut diyakini memiliki kemampuan supranatural untuk menyakiti orang lain melalui cara-cara mistis.

Menurut kepercayaan tradisional, pelaku ilmu suanggi disebut mampu mengirimkan gangguan dari jarak jauh, bahkan tanpa harus bertemu langsung dengan orang yang menjadi sasarannya. Namun, keyakinan ini merupakan bagian dari kepercayaan masyarakat dan tidak dapat dibuktikan secara ilmiah.

Baca juga: Top 5 Wisata Di Nabire Yang Wajib Masuk Daftar Liburan, Dari Hiu Paus Hingga Air Terjun Eksotis

Sebelum layanan kesehatan modern berkembang di berbagai wilayah Papua, masyarakat kerap mengaitkan penyakit yang tidak diketahui penyebabnya maupun kematian mendadak dengan dugaan serangan suanggi.

Pandangan tersebut muncul karena pada masa lalu keterbatasan pengetahuan medis membuat berbagai penyakit sulit dijelaskan secara ilmiah. Akibatnya, sejumlah peristiwa yang dianggap tidak biasa sering dihubungkan dengan kekuatan gaib.

Meski demikian, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan fasilitas kesehatan, banyak kasus yang dahulu dianggap berkaitan dengan suanggi kini diketahui memiliki penyebab medis yang dapat dijelaskan melalui pemeriksaan kesehatan.

Baca juga: Tokoh Adat Papua, Penjaga Tradisi Dan Jembatan Pembangunan Dari Tanah Ulayat Hingga Kebijakan Daerah

Dalam cerita rakyat yang berkembang di kawasan Teluk Cenderawasih, terdapat pula kepercayaan mengenai lokasi yang diyakini memiliki kaitan dengan ilmu suanggi. Salah satunya adalah Gunung Tata yang berada di Kampung Ansus, Kabupaten Kepulauan Yapen.

Menurut kepercayaan sebagian masyarakat setempat, Gunung Tata dipercaya sebagai tempat seseorang mempelajari ilmu suanggi. Kepercayaan tersebut menjadi bagian dari folklor yang diwariskan secara turun-temurun dan masih dikenal hingga sekarang.

Hingga kini, kisah mengenai suanggi tetap menjadi bagian dari kekayaan budaya dan tradisi lisan masyarakat Papua. Cerita tersebut hidup berdampingan dengan perkembangan zaman sebagai salah satu warisan budaya yang mencerminkan cara pandang masyarakat pada masa lampau.

Meskipun berbagai kisah tentang suanggi masih dipercaya oleh sebagian kalangan, keberadaannya merupakan bagian dari kepercayaan dan cerita rakyat yang tidak memiliki bukti ilmiah. Karena itu, fenomena yang berkaitan dengan kesehatan maupun kematian tetap perlu dipahami berdasarkan fakta medis, sambil tetap menghormati nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat Papua.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU