Sabtu, 13 JUNI 2026 • 07:00 WIB

Target Fantastis Dua Juta Tes Malaria Di Mimika, Dinkes Kejar Deteksi Dini Hingga Pelosok Wilayah

Author

ilustrasi

PAPUA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menargetkan pelaksanaan dua juta kali pemeriksaan malaria sepanjang tahun 2026. Target tersebut meningkat signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebagai bagian dari upaya mempercepat pengendalian penyakit yang masih menjadi tantangan kesehatan utama di daerah tersebut.

Peningkatan target dilakukan seiring tingginya angka kasus malaria yang masih ditemukan di berbagai wilayah Mimika. Pemerintah daerah berharap langkah deteksi dini yang lebih masif dapat membantu menekan penyebaran penyakit secara lebih efektif.

Sepanjang tahun 2025, Dinkes Mimika berhasil melampaui target pemeriksaan dengan mencatat 1.299.815 kali tes malaria. Dari jumlah tersebut, sebanyak 190.597 kasus terkonfirmasi positif dengan tingkat kepositifan mencapai 14,07 persen.

Baca juga: Tiga Spot Ini Jadi Favorit Pemburu City Light Di Papua

Memasuki tahun 2026, upaya pengendalian terus diperkuat. Hingga Mei 2026, jumlah pemeriksaan yang telah dilakukan mencapai 450.193 kali dengan temuan 61.735 kasus positif atau tingkat kepositifan sekitar 13,7 persen.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Kamaludin, mengatakan percepatan pemeriksaan dilakukan melalui optimalisasi layanan kesehatan, khususnya pada puskesmas yang berada di wilayah perkotaan.

Sebanyak 10 puskesmas menjadi ujung tombak pelaksanaan program tersebut. Fasilitas kesehatan itu diperkuat agar mampu menjangkau lebih banyak masyarakat melalui pemeriksaan rutin dan aktif di lapangan.

Baca juga: Jejak Pecinan Yang Tersembunyi Di Papua, Kisah Akulturasi Tionghoa Dan Masyarakat Lokal Yang Jarang Diketahui

Salah satu contoh pelaksanaan program terlihat di Puskesmas Timika. Setiap hari, fasilitas kesehatan tersebut mengerahkan sekitar 50 tim pemeriksa yang bertugas melakukan skrining malaria kepada masyarakat.

Masing-masing tim memiliki target pemeriksaan sebanyak 100 orang per hari. Dengan pola kerja tersebut, jumlah pemeriksaan yang dapat dilakukan mencapai sekitar 5.000 orang dalam sehari.

Kegiatan pemeriksaan berlangsung selama tujuh hingga maksimal 14 hari setiap bulan. Melalui strategi tersebut, Dinkes menargetkan sedikitnya 35 ribu pemeriksaan dapat dilakukan secara rutin setiap bulan.

Baca juga: Bendungan-Bendungan Ini Diam-Diam Menjadi Penopang Pangan Dan Energi Papua

Meski berbagai upaya telah dijalankan, sejumlah tantangan masih menjadi hambatan dalam pengendalian malaria di Mimika. Faktor geografis menjadi salah satu penyebab utama tingginya risiko penyebaran penyakit tersebut.

Curah hujan yang tinggi serta kondisi wilayah dataran rendah menyebabkan banyak genangan air terbentuk. Situasi ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi berkembang biaknya nyamuk penyebab malaria.

Selain faktor lingkungan, perilaku masyarakat juga turut memengaruhi angka penularan. Aktivitas malam hari tanpa perlindungan yang memadai, kebiasaan tidak menghabiskan obat sesuai anjuran, serta rendahnya penggunaan kelambu masih menjadi perhatian serius.

Dinkes Mimika menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian malaria tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan semata. Dukungan masyarakat, perbaikan lingkungan, dan kerja sama lintas sektor dinilai menjadi kunci penting untuk menekan penyebaran malaria dan mewujudkan Mimika yang lebih sehat di masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU