Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 22:06 WIB

Pemkab Mimika Tutup Pelatihan Public Speaking: Keterampilan Bicara untuk Memperkuat Pemerintahan

Author

Tampak para peserta pelatihan berpose bersama pada penutupan Pelatihan Public Speaking Pemerintah Kabupaten Mimika, Selasa (9/12/2025). (dok. Pemkab Mimika)

PAPUA - Pemerintah Kabupaten Mimika resmi menutup Pelatihan Public Speaking 2025 pada Selasa (9/12/2025). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi refleksi penting mengenai peran komunikasi efektif dalam memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Dalam sambutan penutupan, Evert L. Hindom mewakili Bupati Mimika menegaskan bahwa public speaking bukan hanya keterampilan teknis, tetapi instrumen strategis yang dapat memperkuat persatuan serta mendorong kolaborasi dalam setiap proses pembangunan daerah. Menurutnya, aparatur pemerintah yang mampu berkomunikasi dengan jelas akan lebih efektif dalam menyampaikan program dan menjawab harapan masyarakat.

Hindom turut mengapresiasi kelancaran pelatihan yang dirancang Bagian Humas dan Protokol Setda Mimika. Ia menyebut kemampuan berbicara di depan umum dapat menumbuhkan kepercayaan diri, meningkatkan kualitas interaksi, serta menciptakan suasana kerja yang lebih solid baik di internal pemerintahan maupun di tengah masyarakat.

Baca juga: Luka yang Tak Pernah Sembuh: Suara Perempuan Papua dalam Bayang Militerisasi

“Public speaking adalah bekal penting bagi generasi Mimika untuk menyampaikan gagasan, memperjuangkan kepentingan masyarakat, dan mendukung pembangunan daerah,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa setiap peserta pelatihan memiliki tanggung jawab moral untuk menerapkan ilmu yang diperoleh demi pelayanan publik yang lebih baik.

Lebih jauh, Hindom menekankan bahwa suara masyarakat harus ditempatkan sebagai sumber energi utama pembangunan. Komunikasi yang jujur, terbuka, dan penuh semangat diyakini dapat menjadi landasan terciptanya pemerintahan yang transparan dan pembangunan yang berkeadilan bagi seluruh warga Mimika.

Menurutnya, keterampilan komunikasi tidak boleh berhenti pada ruang pelatihan. Ia berharap para peserta dapat membawa ilmu tersebut ke dalam praktik nyata—baik saat berkoordinasi antarlembaga, berinteraksi dengan masyarakat, maupun menyampaikan kebijakan pemerintah secara persuasif dan mudah dipahami.

Evert menilai bahwa komunikasi efektif adalah jembatan yang mampu memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan. Dengan kemampuan berbicara yang baik, pemerintah dapat mempercepat pembangunan dan memastikan manfaatnya terasa merata dari pesisir hingga pedalaman Mimika.

Baca juga: 11 Tahun Tragedi Paniai Berdarah: FKM–KP Jayapura Serukan Ingatan Kolektif dan Desakan Keadilan bagi Korban

Pada akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan dalam menyukseskan pelatihan. Mulai dari para narasumber, peserta, hingga tim penyelenggara dari Bagian Humas dan Protokol yang telah bekerja keras mengemas kegiatan secara profesional dan berdampak.

“Semoga kegiatan ini menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar bagi kemajuan daerah kita. Mari terus bergandengan tangan, bekerja dengan hati, dan berkomunikasi dengan penuh makna demi Mimika yang lebih baik,” tutupnya.

Dengan penutupan resmi tersebut, Pelatihan Public Speaking 2025 diharapkan menjadi titik awal bagi peningkatan kualitas komunikasi aparatur dan masyarakat, sekaligus mendukung terciptanya Mimika yang lebih maju, inklusif, serta berdaya saing di masa mendatang.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU