Minggu, 01 FEBRUARI 2026 • 20:48 WIB

Daftar 4 Bandara Internasional di Papua Jadi Tulang Punggung Konektivitas Udara Kawasan Timur Indonesia

Author

Tampak depan Bandara Internasional Sentani di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua (Ist)

PAPUA – Papua sebagai provinsi di ujung timur Indonesia terus menunjukkan kemajuan signifikan di sektor infrastruktur, khususnya transportasi udara. Letak geografis yang bergunung-gunung dan luas wilayah mencapai 416.102 kilometer persegi menjadikan pesawat sebagai sarana utama mobilitas masyarakat. Kondisi tersebut mendorong pembangunan bandara secara masif di berbagai daerah.

Badan Pusat Statistik mencatat terdapat sekitar 362 bandara yang tersebar di enam provinsi di wilayah Papua, dengan empat di antaranya telah menyandang status internasional. Keberadaan bandara-bandara ini menjadi faktor penting dalam memperlancar arus barang, jasa, serta mobilitas penduduk, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan.

Salah satu bandara berstatus internasional adalah Bandara Frans Kaisiepo di Biak, Kabupaten Biak Numfor. Bandara ini memiliki nilai historis tinggi karena pernah menjadi pusat penerbangan pada masa penjajahan Belanda dan periode pembebasan Irian Barat. Selain itu, bandara ini juga dikenal memiliki salah satu landasan pacu terpanjang di Indonesia serta melayani sejumlah maskapai nasional dan perintis.

Baca juga: Terminal Tipe A Entrop Menjadi Pusat Transportasi Darat di Jayapura

Bandara internasional lainnya adalah Bandara Sentani atau Bandara Dorthyes Hiyo Eluay yang berlokasi di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. Sebagai bandara kelas IA sekaligus yang terbesar di Papua, Sentani menjadi pintu gerbang utama transportasi udara di wilayah ini. Jaraknya sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Jayapura, dengan bangunan terminal yang memadukan desain modern dan unsur tradisional Tobati serta Enggros.

Di wilayah Papua Tengah, Bandara Monez Kilangin di Kota Timika, Kabupaten Mimika, menjadi simpul penerbangan strategis. Awalnya dibangun oleh PT Freeport Indonesia pada 1970 untuk kebutuhan operasional perusahaan, bandara ini kini telah bertransformasi menjadi bandara umum dengan terminal megah seluas 21.000 meter persegi dan fasilitas modern, termasuk garbarata.

Sementara itu, di bagian selatan Papua berdiri Bandara Internasional Mopah di Merauke yang sarat nilai sejarah. Dibangun pada masa Perang Dunia II sebagai pangkalan udara sekutu, bandara ini kini tampil modern dengan tetap mempertahankan ornamen khas Suku Marind. Fasilitas yang tersedia meliputi eskalator, lift, dan area check-in yang representatif.

Baca juga: Di Tengah Duka Mendalam, Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel Sambut Kehadiran Masyarakat Lapago untuk Mengenang Sekda

Keempat bandara internasional tersebut memainkan peran vital dalam memperkuat konektivitas kawasan timur Indonesia, sekaligus mendukung percepatan pembangunan ekonomi, sosial, dan pariwisata di Tanah Papua. Akses udara yang semakin baik membuka peluang investasi serta meningkatkan pertumbuhan wilayah secara berkelanjutan.

Dengan infrastruktur penerbangan yang terus berkembang, Papua diharapkan mampu mempersempit kesenjangan akses antarwilayah, menghadirkan pelayanan transportasi yang lebih merata, dan memperkuat integrasi nasional dari timur hingga barat Indonesia.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU