PAPUA - Perayaan Paskah 2026 di GKI Paulus Dok V berlangsung semarak melalui lomba hias Taman Paskah yang melibatkan enam rayon jemaat.
Kegiatan ini mengusung simbol salib Kristus dan kubur kosong sebagai inti refleksi iman, sekaligus menjadi wadah kebersamaan bagi seluruh jemaat.
Koordinator Hari-hari Besar Gerejani, Ermes Ansanay, menyampaikan bahwa lomba tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bentuk partisipasi aktif jemaat dalam merayakan Paskah.
Ia mengungkapkan bahwa Rayon Laha Roi berhasil keluar sebagai juara dalam lomba tersebut.
Baca juga: Aksi Mahasiswa Papua Soroti Sejarah Freeport dan Tuntutan Penentuan Nasib Sendiri
Namun demikian, ia menegaskan bahwa esensi utama dari kegiatan ini adalah keterlibatan seluruh anggota jemaat dalam memaknai Paskah secara mendalam.
Selain lomba taman Paskah, rangkaian kegiatan juga difokuskan pada pembinaan iman anak-anak sekolah minggu.
Kegiatan tersebut meliputi pendalaman Alkitab serta pelaksanaan kemah Paskah yang digelar di lingkungan gereja.
Anggota jemaat GKI Paulus Laha Roi, Gasper Muabuay, menilai bahwa lomba taman Paskah memiliki nilai spiritual yang tinggi.
Baca juga: Sorotan Publik Menguat, Hibah Pemkab ke Kejari Mimika Dipertanyakan
Ia menyebut taman Paskah sebagai simbol doa Yesus menjelang penangkapan di Taman Getsemani.
Menurutnya, kegiatan tersebut layak dijadikan agenda tahunan di lingkungan jemaat GKI, khususnya di Klasis Port Numbay.
Ia juga mendorong agar kegiatan serupa dapat melibatkan pemerintah Kota Jayapura guna memperluas dampaknya.
Selama ini, kata dia, jemaat lebih familiar dengan lomba Pondok Natal, padahal perayaan Paskah memiliki makna yang tidak kalah penting.
Oleh karena itu, ia berharap ke depan lomba hias taman Paskah dapat rutin digelar setiap memasuki minggu sengsara.
Sementara itu, perayaan Paskah tahun ini juga bertepatan dengan momentum ulang tahun ke-71 Jemaat GKI Paulus yang jatuh pada 31 Maret 2026.
Perayaan tersebut turut dihadiri Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, yang memiliki kedekatan emosional dengan jemaat GKI Paulus.
Dalam kesempatan itu, ia mengenang masa lalu saat aktif dalam pelayanan gereja bersama keluarga.
Baca juga: Kontroversi Pernyataan Bupati Mimika Soal Pendulang Emas Ilegal Memicu Perdebatan
Ia juga menekankan pentingnya peran gereja dalam menjawab tantangan sosial melalui nilai keadilan, perdamaian, dan kesejahteraan.
Menurutnya, usia 71 tahun menjadi bukti komitmen jemaat dalam melayani Tuhan dan sesama.
Ketua Majelis Jemaat GKI Paulus Dok V, Pdt Fransina Mandowen, menyampaikan bahwa perjalanan panjang gereja tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak.
Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan gereja.
Sejak diresmikan pada 31 Maret 1955, gereja tersebut terus mengalami perkembangan, baik secara fisik maupun pertumbuhan iman jemaat.
Ketua Klasis Port Numbay, Pdt Andris Welfianus Tjoe, menambahkan bahwa gereja tidak boleh hanya menjadi bangunan, tetapi harus menjadi tubuh Kristus yang hidup dan merangkul umat.
Ia menegaskan bahwa gereja memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah kehidupan jemaat secara nyata.
Melalui rangkaian kegiatan Paskah ini, diharapkan nilai kebersamaan, iman, dan pelayanan terus tumbuh di tengah jemaat GKI Paulus Dok V.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jubi