PAPUA - Keberadaan rumah ibadah tidak hanya menjadi tempat persembahyangan, tetapi juga simbol keberagaman dan harmoni sosial di tengah masyarakat.
Di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Pura Puja Dewata hadir sebagai pusat peribadatan utama bagi umat Hindu setempat.
Pura ini menjadi salah satu bukti nyata keberadaan dan perkembangan budaya Hindu, khususnya yang berasal dari tradisi Bali, di tanah Papua.
Baca juga: Pura Ksatria Shanti Bhuana Manokwari Jadi Simbol Toleransi dan Harmoni Umat Beragama
Terletak di kawasan SP1, Distrik Nabire Barat, lokasi pura ini cukup strategis dan mudah diakses oleh umat dari berbagai wilayah sekitar.
Akses menuju pura relatif lancar karena berada di area permukiman yang berkembang, sehingga memudahkan mobilitas umat saat kegiatan keagamaan berlangsung.
Sebagai tempat ibadah, Pura Puja Dewata memiliki fungsi utama sebagai lokasi persembahyangan umum bagi umat Hindu.
Baca juga: Pura Agung Giri Cyclop Sentani Hadirkan Nuansa Spiritual di Kaki Pegunungan Sakral Papua
Tidak hanya itu, pura ini juga menjadi pusat berbagai kegiatan keagamaan besar seperti perayaan Hari Raya Nyepi dan upacara Piodalan.
Dalam beberapa waktu terakhir, pura ini juga menyelenggarakan Karya Agung pada November 2025 sebagai bagian dari proses penyucian sekaligus peresmian renovasi bangunan.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah, yang menunjukkan perhatian terhadap keberagaman budaya dan agama di daerah.
Baca juga: Mengintip Keindahan Pura Dengan Panorama Laut dan Simbol Toleransi di Tanah Papua
Daya tarik utama pura ini tidak hanya terletak pada fungsi religiusnya, tetapi juga pada nilai budaya yang melekat sebagai representasi identitas Hindu di Papua.
Selain itu, suasana pura yang khidmat dan penuh nilai spiritual menjadikannya tempat yang sakral sekaligus menenangkan bagi umat yang beribadah.
Pura Puja Dewata juga dikenal sebagai simbol toleransi antarumat beragama di Nabire yang terus terjaga dengan baik.
Hal ini terlihat dari kunjungan organisasi lintas agama seperti Keluarga Buddhayana Indonesia yang datang untuk menjalin silaturahmi, sehingga memperkuat semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Papua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: