PAPUA – Pemerintah mulai menggulirkan bantuan pangan bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Mimika dengan menyasar puluhan ribu keluarga penerima manfaat. Program ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi warga di tengah kondisi kebutuhan pokok yang terus meningkat.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui Perum Bulog Cabang Timika yang telah menyiapkan total 544.180 kilogram beras dan 108.836 liter minyak goreng. Bantuan tersebut merupakan alokasi untuk periode Februari dan Maret 2026 yang pelaksanaannya diperpanjang hingga bulan April dan Mei.
Sebanyak 27.209 keluarga penerima manfaat di 18 distrik akan menerima bantuan ini. Pemerintah menargetkan distribusi berjalan lancar dan menjangkau seluruh masyarakat yang telah terdata secara resmi.
Kepala Bulog Timika, Dedy Wahyudi, menjelaskan bahwa bantuan diberikan sekaligus untuk dua bulan guna mempermudah distribusi dan memastikan efisiensi penyaluran di lapangan.
“Mereka akan menerima total 20 kg beras dan 4 Liter minyak goreng. Data penerima ini murni berasal dari Bapanas yang berbasis pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos,” ungkapnya (23/4/2026).
Baca juga: SPPG Oyehe Nabire 002 Dipuji, Bukti Nyata Program MBG Gerakkan Ekonomi Rakyat Papua
Ia menegaskan bahwa validitas data penerima menjadi kunci utama agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Dalam pelaksanaannya, Bulog juga memastikan bahwa kualitas bahan pangan yang disalurkan tetap terjaga, baik dari segi mutu beras maupun minyak goreng, sehingga layak dikonsumsi oleh masyarakat.
“Kami berharap penyaluran ini berjalan lancar, tepat waktu, dan yang paling penting tepat sasaran. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat serta membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga di tengah kondisi saat ini,” ujar Dedy.
Untuk mendukung kelancaran distribusi, Bulog akan berkoordinasi dengan pemerintah distrik setempat agar proses penyaluran berjalan tertib dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Selain itu, dukungan dari aparat keamanan juga akan dilibatkan guna menjaga situasi tetap kondusif selama proses distribusi berlangsung, terutama di wilayah dengan akses yang cukup menantang.
Penyaluran bantuan akan dilakukan secara kolektif di titik-titik yang telah ditentukan di masing-masing distrik. Hal ini bertujuan untuk memastikan bantuan diterima langsung oleh warga yang namanya tercantum sebagai Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Skema distribusi kolektif ini juga dinilai lebih efektif dalam menghindari potensi penumpukan atau keterlambatan penyaluran di tingkat kampung maupun kelurahan.
Pemerintah berharap program bantuan pangan ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat di daerah.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk mengikuti prosedur pengambilan bantuan sesuai jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan agar proses distribusi berjalan tertib.
Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat rentan di berbagai daerah, termasuk di Papua.
Baca juga: OKIA Temui Wapres, Suarakan Aspirasi Strategis Masyarakat Adat Mimika
Dengan jumlah penerima yang cukup besar, pelaksanaan program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Jika berjalan sesuai rencana, distribusi bantuan ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Pemerintah bersama Bulog pun terus berupaya melakukan evaluasi dan pengawasan agar program bantuan pangan ke depan dapat semakin efektif dan tepat sasaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: