PAPUA - Di balik ketenaran Puncak Jaya sebagai atap Indonesia, terdapat satu gunung lain yang tak kalah megah dan menantang, yakni Puncak Mandala. Gunung dengan ketinggian 4.760 meter di atas permukaan laut ini berdiri kokoh di kawasan Papua Pegunungan, tepatnya di wilayah perbatasan Kabupaten Pegunungan Bintang dan Kabupaten Yahukimo.
Sebagai gunung tertinggi kedua di Indonesia, Puncak Mandala menawarkan panorama alam yang masih sangat alami dan jauh dari hiruk-pikuk aktivitas wisata massal. Lokasinya yang terpencil menjadikan kawasan ini tetap terjaga keasriannya hingga sekarang.
Puncak Mandala merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Bintang yang membentang di bagian timur Papua. Keberadaannya menjadi salah satu simbol kekayaan geografis Indonesia yang menyimpan beragam keunikan alam dan keanekaragaman hayati.
Baca juga: Puncak Trikora, Gunung Legendaris Papua yang Menyimpan Jalur Pendakian Paling Menantang di Indonesia
Secara geologis, gunung ini didominasi oleh formasi batuan kapur berukuran masif yang membentuk lanskap dramatis. Struktur batuan tersebut menciptakan tebing-tebing curam di sisi selatan, sementara bagian utara memiliki kemiringan yang relatif lebih landai.
Keunikan bentang alam tersebut menjadikan Puncak Mandala sebagai salah satu kawasan pegunungan paling menarik untuk diteliti. Karakter geologi yang khas menghadirkan pemandangan berbeda dibandingkan banyak gunung lain di Indonesia.
Dalam catatan sejarah, gunung ini pernah dikenal dengan nama Julianatop atau Juliana Peak pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Nama tersebut kemudian berganti menjadi Puncak Mandala setelah Indonesia merdeka.
Baca juga: Puncak Sumantri, Gunung Bersalju Papua yang Menyimpan Tantangan Ekstrem Kelas Dunia
Puncak Mandala juga menyimpan kisah perubahan alam yang signifikan. Pada masa lalu, kawasan puncaknya diketahui memiliki lapisan gletser atau es abadi yang cukup luas, mirip dengan beberapa puncak tinggi lain di Papua.
Namun seiring perubahan iklim global yang terus berlangsung, lapisan es tersebut perlahan menyusut hingga sebagian besar menghilang. Fenomena ini menjadi salah satu bukti nyata dampak pemanasan global terhadap kawasan pegunungan tropis.
Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Pegunungan Bintang, gunung ini memiliki arti yang lebih dari sekadar bentang alam. Puncak Mandala dipandang sebagai simbol kebesaran alam sekaligus bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat.
Baca juga: Ngga Pilimsit, Puncak Sunyi Yang Menyimpan Keindahan Ekstrem Papua
Sebagian komunitas lokal mengenalnya dengan sebutan Aplim Apom. Nama tersebut mencerminkan kedekatan masyarakat adat dengan lingkungan pegunungan yang telah menjadi bagian dari kehidupan mereka selama bergenerasi.
Meski memiliki daya tarik luar biasa, perjalanan menuju puncak gunung ini bukanlah hal yang mudah. Lokasinya yang berada di wilayah pegunungan terpencil membuat akses pendakian memerlukan perencanaan matang, termasuk logistik dan persiapan fisik yang memadai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: