PAPUA - Di antara banyak lagu daerah yang lahir dari Tanah Papua, "Tanah Papua" menjadi salah satu karya yang paling dikenal dan dicintai oleh masyarakat setempat. Lagu ini kerap dinyanyikan dalam berbagai acara budaya, kegiatan pemerintahan, hingga momen kebersamaan masyarakat Papua.
Lagu tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi simbol kecintaan terhadap tanah kelahiran yang kaya akan keindahan alam dan budaya. Bagi banyak orang Papua, lagu ini memiliki nilai emosional yang mendalam.
"Tanah Papua" diciptakan oleh mendiang Yance Rumbino, seorang mantan guru asal Sorong yang dikenal melalui karya-karyanya yang mengangkat identitas dan kebanggaan masyarakat Papua.
Baca juga: Mencicipi Deretan Minuman Unik Ini, Nomor Terakhir Paling Kontroversial
Melalui lirik yang sederhana namun sarat makna, lagu ini menggambarkan hubungan erat antara manusia dan alam Papua. Keindahan pulau, hutan, laut, hingga pegunungan digambarkan dengan penuh rasa syukur.
Tidak sedikit masyarakat yang menyebut lagu ini sebagai himne atau lagu kebanggaan Papua karena pesannya yang mampu merepresentasikan keindahan alam sekaligus semangat masyarakat setempat.
Hingga kini, lagu tersebut masih sering diperdengarkan dalam berbagai kegiatan resmi maupun nonformal. Popularitasnya tetap bertahan meski telah dikenal lintas generasi.
Baca juga: Tak Banyak Yang Tahu, Inilah Jaringan Pelabuhan Dan Dermaga Yang Menjadi Nadi Kehidupan Papua
Berikut lirik lengkap lagu "Tanah Papua" karya Yance Rumbino:
Di sana pulauku
Yang kupuja s'lalu
Tanah Papua, pulau indah
Hutan dan lautmu
Yang membisu s'lalu
Cendrawasih, burung emas
(Reff)
Gunung-gunung, lembah-lembah yang penuh misteri
'Kan kupuja selalu keindahan alammu yang mempesona
Sungaimu yang deras mengalirkan emas
Sio ya Tuhan, terima kasih
Baca juga: Keluarga Kehilangan Kontak Dengan Mama Yasinta Seorang Tokoh Adat Papua
Lirik tersebut menggambarkan rasa kagum terhadap bentang alam Papua yang dikenal memiliki kekayaan hayati dan sumber daya alam yang melimpah. Setiap bait menghadirkan gambaran tentang keindahan yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
Penyebutan burung cendrawasih dalam lagu ini juga menjadi simbol penting karena satwa tersebut merupakan salah satu ikon paling terkenal dari Papua yang dikenal hingga mancanegara.
Sementara itu, penggambaran gunung, lembah, dan sungai menunjukkan kekayaan lanskap alam Papua yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakatnya sejak dahulu.
Ungkapan "Sio ya Tuhan, terima kasih" pada bagian akhir lagu menjadi bentuk rasa syukur atas anugerah alam yang dimiliki Papua. Kalimat tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kekayaan alam harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Meski telah diciptakan bertahun-tahun lalu, "Tanah Papua" tetap hidup di tengah masyarakat dan terus dinyanyikan hingga saat ini. Lagu tersebut tidak hanya menjadi karya musik, tetapi juga menjadi pengingat akan kecintaan, kebanggaan, dan rasa syukur terhadap Tanah Papua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Https://kab-yahukimo.kpu.go.id/