PAPUA - Bendungan Benyom Jaya di Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, kembali menjadi perhatian sebagai salah satu infrastruktur penting yang menopang kehidupan masyarakat di wilayah Grime Nawa. Bendungan yang dibangun beberapa tahun lalu itu kini tengah dipersiapkan untuk direvitalisasi agar dapat kembali berfungsi secara maksimal.
Keberadaan Bendungan Benyom Jaya selama ini memiliki peran strategis bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kebutuhan air bagi sektor pertanian yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian utama warga setempat.
Namun seiring berjalannya waktu, sebagian konstruksi bendungan mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan menyeluruh. Kondisi tersebut menyebabkan fungsi bendungan belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengairi lahan pertanian masyarakat.
Pemerintah daerah bersama masyarakat adat dan para kepala suku di wilayah Grime Nawa telah menyatakan komitmennya untuk melakukan penataan kawasan bendungan. Upaya ini dilakukan agar Bendungan Benyom Jaya kembali menjadi infrastruktur yang memberi manfaat besar bagi masyarakat.
Selain untuk mendukung pertanian, kawasan bendungan juga direncanakan menjadi bagian dari pengembangan wilayah terpadu yang mencakup sektor perkebunan, peternakan, hingga pengembangan potensi wisata alam.
Revitalisasi Bendungan Benyom Jaya dinilai penting karena kawasan Grime Nawa dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi pertanian yang cukup besar di Kabupaten Jayapura. Ketersediaan air yang memadai menjadi faktor utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.
Di sisi lain, pengelolaan sumber air di kawasan tersebut juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat di beberapa distrik di wilayah pembangunan III Kabupaten Jayapura.
Pemerintah daerah bersama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura berencana mengembangkan sistem pengelolaan air melalui pembangunan bak penampung dan jaringan perpipaan yang terhubung langsung dengan sumber air di kawasan Grime Nawa.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses terhadap layanan air minum.
Baca juga: Keindahan Bunga Endemik Papua yang Memikat Dunia
Pengelolaan sumber daya air di Bendungan Benyom Jaya juga akan melibatkan masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat. Pelibatan masyarakat adat dinilai penting agar seluruh proses pembangunan berjalan secara adil dan memberikan manfaat yang merata.
Selain menjadi sumber air bagi pertanian dan kebutuhan rumah tangga, keberadaan bendungan ini juga dipandang memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam.
Pemandangan kawasan bendungan yang dikelilingi perbukitan dan hamparan lahan hijau menjadi daya tarik tersendiri yang dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata di wilayah Grime Nawa.
Masyarakat setempat berharap revitalisasi bendungan dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas pertanian kembali bergairah dan kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Bagi warga Grime Nawa, Bendungan Benyom Jaya bukan sekadar bangunan penahan air. Infrastruktur ini menjadi simbol harapan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan sektor pertanian, serta pemerataan pembangunan di wilayah pedalaman Kabupaten Jayapura.
Dengan revitalisasi yang terencana dan dukungan semua pihak, Bendungan Benyom Jaya diharapkan kembali menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat dan menjadi salah satu infrastruktur strategis yang mendorong kemajuan wilayah Grime Nawa di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: