Minggu, 16 NOVEMBER 2025 • 22:48 WIB

Saatnya Putra Papua Memimpin Freeport: Seruan untuk Pemerataan Kesempatan dan Keadilan Ekonomi Nasional

Author

Tokoh Pemuda Paniai, Abet Mote ((Ist))

Papua — Harapan akan lahirnya kepemimpinan putra Papua dalam sektor strategis nasional kembali mencuat. Melalui pernyataan terbuka, tokoh pemuda Paniai, Abet Mote, mewakili suara generasi muda Papua yang masih menghadapi tantangan pengangguran, menyampaikan aspirasi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Seruan itu berisi dorongan agar putra asli Papua diberi ruang lebih luas dalam mengelola sumber daya yang berada di tanah mereka sendiri.

Dalam konteks tersebut, nama Frans Pigome, SE menjadi sorotan publik. Ia adalah putra terbaik Papua yang saat ini menjabat sebagai salah satu Direktur di PT Freeport Indonesia. Kehadirannya dalam manajemen perusahaan tambang terbesar di tanah air menjadi bukti nyata bahwa putra daerah memiliki kapasitas dan rekam jejak yang dapat diandalkan.

Belakangan, dukungan mengalir agar Frans Pigome dipercaya menduduki posisi Presiden Direktur PT Freeport Indonesia. Dorongan ini tidak hadir dalam ruang hampa, tetapi lahir dari aspirasi masyarakat Papua yang menginginkan keterwakilan lebih besar dalam sektor yang selama puluhan tahun bersinggungan langsung dengan kehidupan mereka.

Baca juga: Kemenkeu Mengajar ke-10 Menyapa Pelajar Manokwari: Edukasi Keuangan untuk Membangun Generasi Masa Depan

Freeport Indonesia tidak semata-mata identik dengan produksi tambang. Perusahaan ini adalah simbol pengelolaan sumber daya strategis yang turut membentuk dinamika politik, ekonomi, dan sosial Papua. Karena itu, menempatkan putra asli Papua di pucuk pimpinan dinilai sebagai langkah menuju representasi keadilan ekonomi yang selama ini dinanti.

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini menekankan pentingnya pembangunan dari wilayah pinggiran. Dalam konteks tersebut, memberi amanah kepada sosok seperti Frans Pigome dianggap sebagai kebijakan strategis yang merefleksikan keberpihakan negara terhadap kemandirian dan pemberdayaan daerah.

Frans Pigome dikenal tidak hanya sebagai profesional berpengalaman, tetapi juga pemimpin berintegritas. Ia mendorong pengembangan SDM lokal melalui program pelatihan di Nemangkawi Mining Institute (NMI), membuka akses pendidikan industri bagi anak-anak Papua agar mampu bersaing dalam dunia usaha modern.

Dalam berbagai kesempatan, ia kerap menegaskan bahwa kepemimpinan adalah tanggung jawab moral untuk memastikan perusahaan memberi manfaat bagi bangsa dan masyarakat sekitar. Perspektif semacam ini menjadi nilai tambah ketika publik menilai kelayakannya untuk memimpin Freeport pada tingkat tertinggi.

Masyarakat Papua memandang bahwa kesempatan memimpin Freeport bukan semata bentuk kompensasi, melainkan pengakuan terhadap kemampuan putra daerah. Hal ini juga memperkuat pesan bahwa Indonesia menghargai keberagaman dan mengedepankan pemerataan kesempatan sesuai kemampuan dan rekam jejak.

Baca juga: Komisi IV DPR Papua Desak Penyelesaian Program Strategis ESDM–PTSP 2025

Jika langkah ini terwujud, penunjukan Frans Pigome sebagai Presiden Direktur Freeport akan menjadi momentum moral yang penting. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa negara tidak sekadar hadir sebagai regulator, tetapi juga pemberi ruang adil bagi seluruh anak bangsa untuk mengabdi di sektor strategis.

Pada akhirnya, seruan ini kembali ditegaskan sebagai permintaan tulus masyarakat Papua kepada Presiden Prabowo Subianto. Bahwa keberanian politik diperlukan untuk menghadirkan wajah baru kepemimpinan nasional yang benar-benar mencerminkan semangat persatuan dan kesempatan setara. Sebab ketika Papua diberi ruang lebih besar untuk memimpin, sesungguhnya Indonesia sedang mengambil langkah maju menuju pemerataan dan keadilan pembangunan dari ujung timur hingga ke pusat.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU