Tampak paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah disiapkan untuk siswa sekolah (Ist)
PAPUA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah akan kembali dilaksanakan secara penuh mulai Senin, 20 Juli 2026. Pengaktifan kembali program tersebut dilakukan setelah sebelumnya dihentikan sementara selama masa libur sekolah.
Penghentian operasional sementara itu dilakukan berdasarkan Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026. Kebijakan tersebut bertujuan untuk mendukung efisiensi pelaksanaan sekaligus memberi kesempatan melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem pelayanan di berbagai daerah.
Di Kabupaten Mimika, pelaksanaan program tidak langsung dimulai pada 13 Juli sebagaimana tercantum dalam nota dinas. Penyesuaian dilakukan karena sekolah-sekolah masih menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Baca juga: SPBU Disanksi, Pertamina Tambah Pasokan Pertalite Di Mimika Agar Warga Tak Kesulitan
Pendamping Kepala Badan Gizi Nasional Regional Papua Tengah, Soeherman Bondar, mengatakan seluruh layanan akan kembali berjalan serentak pada 20 Juli bersamaan dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar secara efektif.
Menurutnya, pelaksanaan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan dapur pelayanan yang telah memenuhi kesiapan operasional sesuai standar yang telah ditetapkan.
Ia menjelaskan, saat ini Kabupaten Mimika memiliki 20 dapur pelayanan yang disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Dari jumlah tersebut, sebelumnya terdapat 11 dapur yang sempat menghentikan aktivitas selama masa penyesuaian. Kini, lima dapur telah kembali beroperasi dan siap mendistribusikan makanan kepada para penerima manfaat.
Baca juga: Ingin Bekerja Di PT Freeport Indonesia? Simak Syarat, Jalur Rekrutmen, Dan Tahapan Seleksinya
Sementara itu, dapur lainnya akan diaktifkan secara bertahap setelah seluruh aspek kesiapan dinyatakan memenuhi persyaratan operasional.
Pemerintah menegaskan proses pembukaan kembali dapur dilakukan dengan memperhatikan kualitas makanan, kebersihan, serta ketepatan sasaran agar layanan tetap berjalan optimal.
Selain kesiapan dapur, mekanisme penyaluran juga mengalami penyesuaian pada tahun ajaran baru. Seluruh penerima manfaat akan diverifikasi menggunakan data resmi sekolah.
Baca juga: Misteri Suanggi Di Papua, Kepercayaan Turun-Temurun Yang Masih Hidup Di Tengah Masyarakat
Data tersebut mencakup identitas lengkap peserta didik beserta Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) sebagai dasar pendistribusian makanan bergizi kepada siswa.
"Kami berharap data siswa baru segera diserahkan untuk segera didaftarkan, sedangkan siswa lama yang sudah tercatat dalam sistem dapat langsung dilayani sesuai daftar yang ada," ujar Soeherman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: