Film Dokumenter “Dari Anak Gembala Jadi Pemimpin” Resmi Tayang: Kisah Perjalanan Hidup Bupati Yosias Saroy Abadi di Layar Publik
Papua - Film dokumenter berjudul “Dari Anak Gembala Jadi Pemimpin” yang mengisahkan perjalanan hidup Bupati Pegunungan Arfak (Pegaf), Yosias Saroy SH., MH, kini resmi ditayangkan melalui kanal YouTube “Info Dari Pegaf” milik Pemerintah Kabupaten Pegaf. Penayangan ini menandai hadirnya karya visual pertama yang mengabadikan kiprah sang bupati dalam format dokumenter.
Film berdurasi sekitar satu jam tersebut diproduksi oleh Pers Papua Grafika. Dalam dokumenter ini, Yosias Saroy tampil sebagai pemeran utama yang membawa penonton menyusuri jejak perjuangannya sejak masa kecil hingga menjabat sebagai kepala daerah.
Peluncuran film ini dilakukan secara resmi saat resepsi Hari Ulang Tahun ke-11 Kabupaten Pegunungan Arfak pada Kamis lalu. Pada kesempatan tersebut, Kabag Humas dan Protokoler Pegaf, Sebulon Saroy, menyerahkan file film kepada panitia sebagai simbol rilisnya dokumenter tersebut kepada publik.
Produser film, Niko Patipawae, mengungkapkan bahwa proses pembuatan dokumenter tersebut memakan waktu sekitar lima bulan. Menurutnya, durasi produksi yang panjang tidak lepas dari kompleksitas pengerjaan di lapangan, terutama kondisi alam Pegaf yang kerap berubah secara drastis.
Baca juga: Persipura Siapkan Perombakan Besar: Owen Rahadian Fokus Cari Striker Mematikan untuk Putaran Kedua
Niko menjelaskan bahwa tim produksinya berhadapan dengan cuaca yang tidak bisa diprediksi, mulai dari hujan deras secara tiba-tiba, angin kencang, hingga tantangan geografis wilayah Pegaf yang dikenal memiliki kontur ekstrem. Semua itu menuntut kru untuk bekerja lebih hati-hati dan fleksibel.
Selain kendala alam, proses menunggu waktu luang Bupati Yosias Saroy juga menjadi tantangan tersendiri. Jadwal pemerintahan yang padat membuat tim produksi harus menyesuaikan sesi pengambilan gambar dengan agenda resmi bupati.
Tidak hanya itu, pencarian arsip berupa foto dan video lama yang mendokumentasikan perjalanan hidup dan karier Yosias Saroy membutuhkan upaya ekstra. Tim harus menggali banyak sumber untuk memastikan dokumenter ini kaya data dan tetap akurat secara historis.
Niko Patipawae menuturkan bahwa tantangan tersebut akhirnya terbayar ketika film berhasil rampung dengan baik. Ia menyampaikan rasa syukur atas proses yang dapat dilalui sampai akhir. “Puji Tuhan, film ini bisa dituntaskan dengan maksimal,” ujarnya.
Dalam proyek ini, Niko dibantu oleh tiga kameramen: Hengki, Kevin, dan Yusup Tandi. Mereka bertanggung jawab menangkap detail visual yang mampu mewakili dinamika perjalanan hidup sang bupati, mulai dari lokasi-lokasi bersejarah hingga momen-momen penting dalam kariernya.
Baca juga: Panen 6,75 Hektare Padi di Tembuni: Teluk Bintuni Mantapkan Langkah Menuju Kemandirian Pangan
Kehadiran film dokumenter ini diharapkan tidak hanya menjadi arsip visual bagi masyarakat Pegaf, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda tentang arti ketekunan dan perjuangan. Kisah Yosias Saroy dianggap layak untuk dikenang, bukan hanya sebagai sejarah pribadi, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan Kabupaten Pegunungan Arfak itu sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: