Diduga Longgar, Pengawasan Lapas Timika Disorot: Warga Temukan Napi Gunakan HP dan Akses Media Sosial dari Dalam Sel
Papua — Pengawasan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Timika kembali menjadi sorotan setelah seorang warga melaporkan adanya narapidana yang diduga bebas menggunakan handphone (HP) dari dalam sel. Temuan ini memunculkan kekhawatiran publik mengenai lemahnya pengawasan dan celah keamanan di dalam lapas.
Warga yang enggan disebutkan namanya itu mengungkapkan bahwa ia menemukan jejak aktivitas narapidana di media sosial, termasuk Facebook, yang diduga dilakukan langsung dari dalam lapas. Aktivitas tersebut dinilai sangat mengherankan mengingat penggunaan HP oleh narapidana merupakan pelanggaran berat.
Ia mengaku telah menyampaikan temuan tersebut kepada salah satu pegawai lapas melalui pesan WhatsApp. Namun, respons yang diterima justru dinilai tidak memadai dan terkesan tidak menunjukkan langkah konkret untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
Pegawai lapas yang bernama Leki disebut hanya merespons dengan janji untuk memeriksa nama narapidana terkait dan memberikan konfirmasi tindak lanjut. Namun hingga berita ini dipublikasikan, belum ada perkembangan atau kejelasan yang diterimanya.
"Pak Leki hanya mengatakan akan cek nama dan konfirmasi, tapi sampai saat ini belum ada kabar. Ini sangat memprihatinkan, bagaimana narapidana bisa menggunakan HP di dalam lapas?" ujar Anwar, warga yang melaporkan temuan tersebut.
Narapidana yang diduga menggunakan HP itu diketahui bernama Okin, seorang tahanan dalam kasus narkoba jenis ganja. Warga berharap pihak lapas segera memberikan tindakan tegas terhadap pelanggaran tersebut agar tidak menimbulkan dampak lebih luas.
Penggunaan HP oleh narapidana dinilai sangat rawan disalahgunakan untuk aktivitas ilegal, komunikasi yang tidak semestinya, hingga upaya mengendalikan jaringan di luar lapas. Hal ini membuat laporan tersebut semakin penting untuk segera ditindaklanjuti dengan serius.
Baca juga: PLN Fakfak Resmi Naik Status Jadi UP3, Bahlil Targetkan Listrik 24 Jam untuk Distrik dan Kampung
Hingga saat ini, pihak Lapas Timika belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut. Ketiadaan pernyataan ini justru menimbulkan spekulasi publik mengenai standar pengawasan yang diterapkan selama ini.
Kasus ini juga menimbulkan kekhawatiran masyarakat, khususnya terkait bagaimana perangkat komunikasi dapat lolos dari pengawasan petugas dan digunakan dengan begitu leluasa. Ketidaktegasan penanganan dinilai dapat membuka peluang terulangnya pelanggaran serupa di masa depan.
Masyarakat kini mendesak pihak Lapas Timika untuk memberikan klarifikasi terbuka serta mengambil langkah korektif demi memastikan keamanan, ketertiban, dan integritas sistem pemasyarakatan tetap terjaga sebagaimana mestinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: