Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 01:00 WIB

Mahasiswa di Manokwari Dirikan Posko Kemanusiaan untuk Nduga: Seruan Solidaritas dari Tanah Rantau

Mahasiswa di Manokwari Dirikan Posko Kemanusiaan untuk Nduga: Seruan Solidaritas dari Tanah RantauMahasiswa sedang berkumpul di posko darurat untuk korban bencana alam di Nduga. (Ist)

Papua - Gerakan solidaritas mahasiswa kembali muncul dari Kota Studi Manokwari, Papua Barat. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Kerukunan Mahasiswa Puncak, Intan Jaya, Timika, dan Nduga mendirikan posko kemanusiaan untuk membantu korban bencana alam di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Aksi itu menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus panggilan moral dari anak-anak daerah yang sedang menempuh pendidikan di tanah rantau.

Posko tersebut mulai dibuka pada 15 November 2025 dan dipusatkan di kontrakan mahasiswa Ndugama di Jalan Kihajar Dewantara, Amban Permai, Manokwari. Mereka merencanakan kegiatan penggalangan bantuan berlangsung hingga 21 November 2025 sambil terus mengoordinasikan kebutuhan yang paling mendesak di lapangan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Jubi pada Minggu, 16 November 2025, solidaritas mahasiswa menjelaskan bahwa posko ini dibuka untuk menghimpun berbagai bentuk bantuan. Bantuan yang diperlukan meliputi uang tunai, obat-obatan, pakaian layak, logistik dasar, serta dukungan doa dari masyarakat luas.

Baca juga: Persipura Siapkan Perombakan Besar: Owen Rahadian Fokus Cari Striker Mematikan untuk Putaran Kedua

Mereka menekankan bahwa penggalangan donasi dilakukan untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi para korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Distrik Dal dan Distrik Mebarok pada 1 November 2025. Bencana tersebut menimbulkan kerusakan parah dan menelan puluhan korban jiwa.

Data sementara mencatat terdapat 23 korban meninggal dunia, dengan 15 korban berasal dari Distrik Dal dan delapan korban dari Distrik Mebarok. Kondisi medan yang terjal dan akses menuju lokasi yang terbatas membuat proses pencarian berlangsung lambat dan penuh tantangan.

Menurut laporan mahasiswa, seluruh korban di Distrik Dal telah berhasil ditemukan. Namun di Distrik Mebarok, masih ada tujuh korban yang belum ditemukan hingga saat ini. Hal tersebut membuat proses evakuasi menjadi prioritas mendesak yang memerlukan dukungan berbagai pihak, terutama pemerintah daerah.

Solidaritas mahasiswa juga mendesak Pemerintah Kabupaten Nduga untuk segera membuka dan memfasilitasi akses transportasi udara menuju Distrik Mebarok. Mereka menilai jalur tersebut sangat penting mengingat medan darat sulit dijangkau, baik oleh keluarga korban maupun tim penyelamat.

Mereka menegaskan, keterlambatan akses ke lokasi bencana dapat menghambat proses pencarian, sementara keluarga korban terus menunggu kepastian nasib anggota keluarga mereka. Kondisi psikologis masyarakat pun semakin tertekan akibat minimnya informasi dan lambatnya bantuan yang masuk.

Baca juga: Open House P2TIM Teluk Bintuni Perlihatkan Transparansi Pelatihan dan Komitmen Cetak SDM Industri Berkualitas

Selain membuka posko, mahasiswa juga melakukan kampanye solidaritas melalui jaringan kampus dan media sosial. Mereka mengajak mahasiswa, masyarakat, dan para perantau asal pegunungan untuk bersama-sama membantu saudara di Nduga yang sedang berduka.

Inisiatif ini bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga pengingat bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam merespons situasi kemanusiaan. Melalui solidaritas lintas kabupaten asal, mereka berharap bantuan yang terkumpul dapat meringankan beban masyarakat Nduga serta mempercepat proses evakuasi korban yang masih belum ditemukan.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mahasiswa di Manokwari Dirikan Posko Kemanusiaan untuk Nduga: Seruan Solidaritas dari Tanah Rantau

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!