Minggu, 29 MARET 2026 • 09:22 WIB

Penanaman Padi Perdana Dorong Kemandirian Petani Jayapura

Author

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menghadiri kegiatan penanaman padi perdana seluas 2 hektare di Kampung Swentab, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura, Sabtu (28/3/2026). (Jubi)

PAPUA - Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menghadiri kegiatan penanaman padi perdana seluas dua hektare di Kampung Swentab, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura, Sabtu (28/3/2026).

Kehadiran gubernur tidak hanya sebagai simbol dimulainya musim tanam, tetapi juga sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap penguatan sektor pertanian di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, pemerintah turut menyerahkan bantuan alat pertanian berupa traktor kepada masyarakat sebagai bagian dari program pengembangan cetak sawah rakyat.

Sebanyak 43 unit traktor disalurkan, terdiri dari 18 unit traktor roda empat dan 25 unit traktor roda dua yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani.

Baca juga: Banjir Danau Sentani Rendam Pantai Yahim, Aktivitas Warga Lumpuh

Matius Fakhiri menyampaikan bahwa program ini memiliki target pengembangan hingga mencapai 50 hektare lahan sawah ke depan.

Ia menilai, ketersediaan alat pertanian modern menjadi faktor penting dalam mendorong kemandirian petani serta mempercepat proses pengolahan lahan.

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan masyarakat tidak lagi bergantung pada pihak luar, termasuk dalam hal pemasaran hasil pertanian.

Ia juga menekankan pentingnya semangat “merdeka petani” agar petani mampu berdiri sendiri dan memperoleh hasil yang maksimal dari usaha pertanian mereka.

Selain itu, Fakhiri menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian, atas dukungan yang diberikan bagi pengembangan sektor pertanian di Papua.

Baca juga: Bayi warga binaan Manokwari tetap dapat layanan kesehatan

Dukungan tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Sementara itu, Bupati Jayapura Yunus Wonda menyebut wilayah Grime Nawa memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra pertanian, peternakan, dan perkebunan.

Ia optimistis kawasan tersebut dapat menjadi lumbung pangan sekaligus pusat pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal di masa depan.

Baca juga: Kolaborasi pembangunan: Econusa dan Pemkab Kaimana gelar workshop berkelanjutan

Wonda juga mengajak masyarakat untuk fokus mengembangkan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah, dengan dukungan penuh dari pemerintah.

Pemerintah Provinsi Papua pun menargetkan program serupa dapat diperluas ke berbagai wilayah lain guna memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Bumi Cenderawasih.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jubi

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU