PAPUA - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Papua Barat, Bustam, menekankan pentingnya menjaga perilaku dan kode etik dalam dunia jurnalistik.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Konferensi Kabupaten II PWI Kaimana di Kaimana Beach Hotel.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa jurnalis harus menjunjung tinggi integritas dalam setiap tugas yang dijalankan.
Baca juga: Frederik Lamawuran Pimpin PWI Kaimana
Menurutnya, profesionalisme menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pers.
Ia juga mengingatkan bahwa wartawan harus mampu menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat.
Perilaku yang sesuai dengan kode etik dinilai penting untuk menjaga marwah profesi jurnalistik.
Bustam menjelaskan bahwa PWI merupakan organisasi wartawan tertua di Indonesia.
Baca juga: Lonjakan Penumpang Lebaran di Bandara Sentani
Organisasi tersebut didirikan pada 9 Februari 1946 di Solo, Jawa Tengah.
Sejak awal berdiri, PWI memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas jurnalistik dan melindungi hak wartawan.
Selain itu, PWI juga berperan dalam memperjuangkan kebebasan pers di Indonesia.
Ia menyebut terdapat beberapa organisasi profesi wartawan lain yang juga diakui di Indonesia.
Di antaranya adalah AJI, IJTI, serta organisasi perusahaan media yang berada di bawah pengawasan Dewan Pers.
Dalam kesempatan itu, ia menyoroti tantangan pers di era digital yang semakin kompleks.
Baca juga: Bupati Tegaskan Reformasi Birokrasi Mimika
Media dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan media sosial.
Ia menegaskan pentingnya wartawan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan untuk meningkatkan kualitas diri.
Menurutnya, pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi akurat dan mengawasi kebijakan publik.
Dengan demikian, pers tetap menjadi pilar demokrasi yang berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Klik Papua