PAPUA - Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan pentingnya perencanaan pembangunan yang strategis dan berkelanjutan dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten, Senin (30/03/2026).
Kegiatan tersebut digelar di Kantor Bappeda sebagai bagian dari tahapan penting dalam menyusun arah pembangunan daerah.
Johannes menyampaikan bahwa proses perencanaan telah dimulai dari tingkat distrik, dilanjutkan dengan forum RKPD, hingga Musrenbang kabupaten.
Tahapan tersebut selanjutnya akan berlanjut ke tingkat provinsi hingga nasional guna memastikan keterpaduan program.
Baca juga: Fasilitas Publik Harus Dijaga, Pemkab Mimika Siapkan Perbaikan Besar
Menurutnya, seluruh proses ini menjadi bagian penting dalam merumuskan pembangunan yang terintegrasi dari daerah hingga pusat.
Ia menjelaskan bahwa tema pembangunan nasional tahun ini berfokus pada akselerasi ekonomi berbasis kearifan lokal dan penguatan digitalisasi.
Dengan potensi sumber daya alam dan budaya yang dimiliki, Mimika dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor tersebut.
Johannes menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan adalah mewujudkan masyarakat yang sejahtera.
Baca juga: Rekrutmen Guru 3T Dibuka, Peluang Besar untuk Putra Papua
Kesejahteraan tersebut hanya dapat dicapai jika masyarakat hidup dalam kondisi sehat, cerdas, aman, dan damai.
Ia juga mengungkapkan capaian positif pada tahun 2025, di mana terjadi peningkatan sekitar 30 persen jumlah unit usaha kecil.
Meski demikian, ia mengingatkan agar setiap program pembangunan harus benar-benar berbasis pada kebutuhan riil masyarakat.
Dalam sektor infrastruktur, ia menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia untuk mendukung fasilitas yang dibangun.
Pembangunan sekolah dan layanan kesehatan, menurutnya, harus diimbangi dengan ketersediaan tenaga pengajar dan tenaga medis.
Johannes juga menginstruksikan seluruh OPD untuk memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM agar lebih berkembang.
Saat ini, terdapat sekitar 8.500 UMKM di Mimika, namun baru sebagian yang memanfaatkan platform digital.
Padahal, sejumlah produk lokal seperti noken dan buah merah telah berhasil menembus pasar internasional.
Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi membuka peluang besar dalam meningkatkan daya saing produk daerah.
Baca juga: Drama Sidang Kredit Macet: Kuasa Hukum Gugat Bukti Kerugian Negara
Ke depan, pemerintah daerah juga akan mendorong pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal melalui sektor pariwisata.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pendukung seperti perhotelan dan usaha jasa lainnya.
Johannes juga menekankan pentingnya data potensi kampung sebagai dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
Ia menyebutkan bahwa setiap distrik harus mampu mengidentifikasi potensi wilayahnya secara optimal.
Dalam pelaksanaan pembangunan, pemerintah memanfaatkan berbagai sumber pendanaan, mulai dari APBN hingga dukungan swasta.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi dan integrasi program menjadi kunci agar pembangunan berjalan efektif dan tidak tumpang tindih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Papuanewsonline.com