Jumat, 03 APRIL 2026 • 16:04 WIB

Pasar Murah Digelar di Manokwari, BI dan TPID Tekan Lonjakan Harga Pangan Pasca Lebaran

Author

Bank Indonesia Papua Barat bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar pasar murah (Klik Papua)

PAPUA - Bank Indonesia Papua Barat bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar pasar murah guna menstabilkan harga pangan pasca Hari Raya Idul Fitri.

Kegiatan ini dilaksanakan di Jalan Yogyakarta, Manokwari, tepatnya di depan kantor BI Papua Barat pada Kamis (2/4/2026).

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pemantauan yang menunjukkan adanya kenaikan dan fluktuasi harga pada sejumlah komoditas pangan.

Baca juga: Bupati Manokwari Pastikan Stok BBM Aman, Sidak SPBU Tegaskan Distribusi Berjalan Normal

Humas BI Papua Barat, Christian J Urbinas, menyatakan bahwa pasar murah menjadi salah satu strategi konkret dalam menjaga stabilitas harga.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini dilakukan bersama TPID, Dinas Ketahanan Pangan, Bulog, serta Badan Pusat Statistik sebagai bagian dari sinergi pengendalian inflasi daerah.

Menurutnya, pasar murah akan digelar secara rutin selama April 2026 dengan frekuensi satu kali setiap pekan.

Baca juga: Stok BBM Manokwari Dipastikan Aman, Pertamina Minta Warga Tak Terpancing Panic Buying

Intervensi difokuskan pada komoditas yang mengalami tekanan harga tinggi, seperti cabai rawit dan bawang merah.

Berdasarkan data pemantauan, harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram, menurun dari pasca Lebaran yang sempat mencapai Rp150 ribu.

Sementara itu, harga bawang merah berada pada kisaran Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per kilogram, mengalami kenaikan dibandingkan Februari lalu.

Baca juga: WFH ASN Manokwari Bukan Libur Tambahan, Sekda Tegaskan Pelayanan Publik Tetap Prioritas

Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan pasca Lebaran serta adanya jeda pasokan di tingkat distribusi.

Selain itu, harga tomat juga mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp27 ribu per kilogram akibat tingginya permintaan dan terbatasnya pasokan.

Sebagai bentuk intervensi, pemerintah memberikan subsidi melalui mekanisme distribusi serta potongan harga dalam kegiatan pasar murah.

Berbagai komoditas dijual dengan harga terjangkau, mulai dari beras, minyak goreng, cabai, bawang, hingga telur, guna membantu masyarakat menjaga daya beli di tengah fluktuasi harga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Klik Papua

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU