PAPUA - Pemerintah Provinsi Papua Barat melepas pengiriman perdana hasil hutan bukan kayu berupa kulit masoi dari Kabupaten Manokwari Selatan.
Pelepasan dilakukan langsung oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, didampingi Bupati Manokwari Selatan, Bernard Mandacan, Kamis (2/4/2025).
Komoditas tersebut diproduksi oleh Kelompok Perhutanan Sosial Hutan Desa Kampung Yarmatum sebagai bagian dari pengelolaan sumber daya hutan berbasis masyarakat.
Baca juga: KPU Pegaf Tetapkan 33 Ribu Lebih Pemilih, Data Berkelanjutan Jadi Kunci Pemilu Berkualitas
Gubernur Dominggus menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah awal dalam mendorong pengelolaan hasil hutan secara berkelanjutan.
Ia menilai potensi hasil hutan bukan kayu di Papua Barat sangat besar dan dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
“Pelepasan ini harus dimaknai sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sumber daya lokal,” ujarnya.
Baca juga: Pasar Murah Digelar di Manokwari, BI dan TPID Tekan Lonjakan Harga Pangan Pasca Lebaran
Dominggus juga menekankan pentingnya membuka akses pasar yang lebih luas agar nilai tambah komoditas kehutanan dapat terus meningkat.
Menurutnya, pengelolaan yang baik akan memperkuat citra Papua Barat sebagai daerah yang mampu menjaga kelestarian hutan sekaligus memanfaatkannya secara produktif.
Ia optimistis masyarakat memiliki kemampuan untuk mengelola potensi hutan secara mandiri dan berkelanjutan.
Baca juga: Bupati Manokwari Pastikan Stok BBM Aman, Sidak SPBU Tegaskan Distribusi Berjalan Normal
Sementara itu, Bupati Bernard Mandacan menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah provinsi dalam pengembangan komoditas kulit masoi.
Ia menilai terbukanya akses pasar luar daerah akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan asli daerah.
Kepala Dinas Kehutanan Papua Barat, Jimmy Susanto, menyebut pengiriman ini sebagai bukti keberhasilan program perhutanan sosial.
Pengiriman perdana tersebut mencatat transaksi sebesar Rp85 juta dari 1,7 ton kulit masoi yang dikirim ke Surabaya, sekaligus menjadi langkah awal pengembangan potensi hasil hutan lainnya di wilayah tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Klik Papua