PAPUA - Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari terus menggencarkan upaya pengendalian penyakit tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi masalah kesehatan di wilayah tersebut.
Sepanjang tahun 2026, tercatat sebanyak 245 kasus TBC sensitif obat dan 9 kasus TBC resisten obat berhasil terdeteksi oleh tenaga kesehatan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Manokwari, Marthen Rantetampang, mengatakan bahwa kedisiplinan pasien dalam menjalani pengobatan menjadi kunci utama dalam menekan penularan.
Baca juga: Forum OPD Manokwari Tekankan Sinkronisasi Program Untuk Pembangunan Tepat Sasaran
Ia menegaskan bahwa pasien yang telah terdiagnosis harus berperan aktif dalam mencegah penyebaran penyakit kepada orang lain, terutama di lingkungan keluarga.
Penggunaan masker serta upaya menjaga jarak, termasuk tidak tidur bersama anggota keluarga, menjadi langkah sederhana yang sangat penting.
Menurutnya, kesadaran masyarakat mengenai cara penularan TBC masih perlu terus ditingkatkan agar upaya pengendalian berjalan efektif.
Baca juga: Pembangunan Berbasis Kearifan Lokal Jadi Fokus Pemerintah Daerah
Ia mengingatkan bahwa TBC bukan penyakit ringan, karena dapat merusak kondisi tubuh secara perlahan jika tidak ditangani dengan benar.
Marthen juga mengibaratkan kewaspadaan terhadap TBC seperti saat pandemi COVID-19, di mana disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci perlindungan.
Selain itu, ia menyoroti ancaman TBC resisten obat yang muncul akibat ketidakteraturan pasien dalam mengonsumsi obat.
Baca juga: Koalisi HAM Papua Soroti 59 Tahun Freeport, Pemerintah Dinilai Abaikan Hak Masyarakat Adat Dan Buruh
Pasien yang menghentikan pengobatan sebelum waktunya berisiko menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap pengobatan yang diberikan.
Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena proses pengobatan selanjutnya akan menjadi lebih sulit dan membutuhkan waktu lebih lama.
Untuk memastikan ketersediaan obat, Dinkes Manokwari melakukan langkah antisipatif dengan menjalin kerja sama antar daerah serta memanfaatkan stok penyangga dari provinsi.
Di sisi lain, tenaga kesehatan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan terus meningkatkan upaya skrining guna mendeteksi kasus sejak dini dan mempercepat penanganan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Klik Papua