PAPUA — Industri kreatif di Papua kini semakin berkembang, dengan banyaknya anak muda yang mulai berinovasi di berbagai sektor. Salah satu yang menarik perhatian adalah Kasumasa Project, sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang didirikan oleh Zakarias Benny Nuboba pada tahun 2023. Kasumasa Project hadir dengan semangat besar untuk memperkenalkan budaya Papua melalui produk fashion yang modern, termasuk kaos, kemeja, dan tas yang di desain dengan elemen-elemen budaya lokal.
Setiap produk yang dikeluarkan oleh Kasumasa Project tidak hanya berfungsi sebagai pakaian, tetapi juga sebagai wadah untuk membawa pesan-pesan budaya Papua. Desain-desain yang dihadirkan menggali cerita rakyat, simbol budaya, dan istilah bahasa daerah dari berbagai suku di Papua. Tujuan utama dari usaha ini adalah untuk mengenalkan kekayaan budaya Papua kepada generasi muda serta masyarakat luar yang mungkin belum mengenal lebih dalam tentang warisan budaya ini.
Kasumasa Project awalnya menargetkan pasar anak muda Papua sebagai konsumen utama, namun, seiring berjalannya waktu, usaha ini juga menarik perhatian berbagai kalangan, termasuk orang tua. Banyak dari mereka yang merasa bangga dan terhubung dengan produk-produk yang menampilkan desain budaya mereka dengan sentuhan modern. Hal ini menunjukkan bahwa fashion, yang sering dianggap sebagai produk konsumsi semata, ternyata memiliki potensi besar untuk merawat dan memperkenalkan identitas budaya.
Pemasaran produk Kasumasa Project mengandalkan media sosial sebagai sarana utama untuk memperkenalkan desain serta membangun citra brand. Melalui platform seperti Instagram dan Facebook, produk-produk tersebut dapat dijangkau oleh audiens yang lebih luas, baik di Papua maupun luar Papua. Selain itu, promosi dari mulut ke mulut melalui teman-teman dan komunitas anak muda Papua yang memiliki jaringan sosial yang erat sangat membantu dalam meningkatkan visibilitas produk ini.
Baca juga: BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jayapura dan Sekitarnya pada 24-25 Desember 2025
Pendekatan pemasaran ini sangat efektif, terutama bagi sebuah UMKM yang berakar kuat di dalam komunitas lokal. Keberhasilan Kasumasa Project dalam memperkenalkan produknya kepada masyarakat tidak hanya karena kualitas desainnya, tetapi juga karena kemampuan brand ini dalam menyampaikan pesan budaya yang relevan dan mudah diterima oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
Tujuan utama dari Kasumasa Project bukan hanya sekadar menjual produk fashion, tetapi lebih besar lagi yaitu untuk memperkenalkan keberagaman budaya Papua, terutama bahasa dan simbol-simbol dari berbagai suku. Dengan memakai produk Kasumasa, masyarakat tidak hanya merasa bangga mengenakan pakaian tersebut, tetapi mereka juga dapat mengekspresikan identitas budaya mereka, bahkan saat berada di luar Papua. Fashion, dalam hal ini, menjadi jembatan untuk membawa pesan budaya Papua ke publik yang lebih luas.
“Kasumasa Project hadir untuk membuat anak muda Papua merasa bangga dengan budaya mereka sendiri. Kami ingin setiap produk yang kami buat membawa pesan yang lebih besar tentang pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya Papua,” ujar Zakarias, yang menjelaskan komitmennya untuk terus mengembangkan desain yang lebih bermakna.
Sebagai pelaku UMKM yang masih muda, Zakarias berkomitmen untuk terus belajar dan berinovasi agar desain produk Kasumasa Project tetap relevan dengan perkembangan zaman, namun tetap mempertahankan kekuatan budaya sebagai fondasi utamanya. Dalam hal ini, Kasumasa Project menjadi contoh nyata bagaimana anak muda Papua dapat memanfaatkan kreativitas dan keterampilan mereka untuk membangun ekonomi sekaligus menjaga warisan budaya.
Kasumasa Project juga memberi kontribusi terhadap ekonomi lokal, mengingat bahan baku dan proses produksinya banyak melibatkan tenaga kerja dari sekitar Papua. Ini tidak hanya membantu meningkatkan perekonomian lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat, yang turut merasakan manfaat dari keberhasilan usaha ini.
Dengan berkembangnya UMKM ini, Zakarias berharap dapat menginspirasi lebih banyak anak muda Papua untuk terus berinovasi dalam menciptakan produk yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga dapat memberikan dampak positif terhadap pelestarian budaya. Ia juga berharap agar brand ini bisa menjadi lebih besar dan dikenal luas, bukan hanya di Papua, tetapi di tingkat nasional dan internasional.
Baca juga: Kelly Kambu: Pengakuan Hutan Adat di Papua Barat Daya Tidak Boleh Terhambat Oleh Investasi
Kedepannya, Zakarias berencana untuk mengembangkan lebih banyak produk dengan berbagai desain yang menggambarkan keragaman budaya Papua. Ia juga berharap dapat menjangkau pasar internasional, sehingga produk-produk Kasumasa Project dapat lebih dikenal dan memberikan kontribusi terhadap pengenalan budaya Papua secara global.
Pencapaian Kasumasa Project sejauh ini menunjukkan bahwa UMKM berbasis budaya dapat berkembang pesat jika dikelola dengan baik dan didorong oleh semangat untuk memperkenalkan identitas lokal kepada dunia. Inovasi yang dilakukan oleh Kasumasa Project membuktikan bahwa budaya tidak hanya bisa dilestarikan, tetapi juga bisa berkembang seiring dengan zaman tanpa mengorbankan nilai-nilai tradisional yang ada.
Kasumasa Project juga menunjukkan bahwa anak muda Papua memiliki potensi yang besar untuk menciptakan karya-karya yang tidak hanya membawa keuntungan, tetapi juga membangun kebanggaan akan warisan budaya mereka. Ini adalah langkah penting untuk memperkuat identitas Papua di mata dunia melalui karya-karya kreatif yang berbasis budaya lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: