PAPUA - Pemerintah Kota Jayapura bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) meluncurkan program pasar murah sebagai langkah strategis untuk menekan laju inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat sepanjang tahun 2026.
Program tersebut direncanakan berlangsung sejak Februari hingga Desember 2026 dengan total pelaksanaan di 48 titik yang tersebar di berbagai kelurahan di Kota Jayapura.
Pelaksanaan pasar murah perdana tahun ini digelar pada Kamis, 26 Februari 2026, dengan melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), distributor bahan pangan, serta sejumlah organisasi perangkat daerah teknis.
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan pasar murah menjadi salah satu bentuk intervensi langsung pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama antara pemerintah, distributor, dan berbagai pihak terkait untuk mengendalikan inflasi daerah.
Rustan menjelaskan bahwa dalam satu tahun pelaksanaan program tersebut dirancang sebanyak 48 kali atau rata-rata satu kali setiap minggu di lokasi yang berbeda.
Ia menambahkan, sejumlah komoditas strategis dijual dengan harga yang telah mendapatkan subsidi dari pemerintah sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat.
Baca juga: Pungli Wisuda Uncen: Kampus Bantah Tuduhan di Media Sosial
Sebagai contoh, harga cabai yang di pasar tradisional bisa mencapai sekitar Rp110 ribu per kilogram dan di pasar modern sekitar Rp145 ribu per kilogram, dijual di pasar murah dengan harga sekitar Rp90 ribu per kilogram setelah mendapat subsidi.
Rustan mengatakan pasar murah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih stabil dibandingkan harga pasar pada umumnya.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menyediakan berbagai produk pangan lokal maupun pangan siap saji yang dapat dibeli oleh masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan pasar murah secara khusus menyasar masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan dukungan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Pemerintah Kota Jayapura juga berkomitmen menjaga ketersediaan stok bahan pangan selama program berlangsung hingga akhir Desember 2026.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jayapura, Robby Kepas Awi, mengatakan pasar murah bersubsidi merupakan program yang telah dijalankan secara konsisten sejak tahun 2023.
Menurutnya, pada tahun 2026 program tersebut kembali dilaksanakan dengan target sebanyak 48 kali pelaksanaan di berbagai wilayah Kota Jayapura.
Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan kerja sama lintas organisasi perangkat daerah, antara lain Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Perindagkop dan UKM, serta Dinas Perikanan.
Baca juga: Senjata Ilegal Enga: Polisi Tangkap 5 Tersangka dan Satu Orang Tewas dalam Operasi Keamanan
Selain itu, sejumlah mitra strategis juga dilibatkan dalam mendukung ketersediaan komoditas pangan selama kegiatan berlangsung.
Perum Bulog berperan menyediakan beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng Minyakita, serta sejumlah komoditas pangan lainnya.
Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) turut berpartisipasi dengan menyediakan berbagai perlengkapan rumah tangga yang dijual dengan harga lebih terjangkau.
Pemerintah Kota Jayapura berharap pelaksanaan pasar murah secara rutin dapat menjadi instrumen efektif dalam mengendalikan gejolak harga, terutama pada komoditas pangan strategis yang sering mengalami fluktuasi.
Dengan pelaksanaan yang menjangkau berbagai kelurahan, program ini diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas inflasi daerah, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Jayapura sepanjang tahun 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: