Selasa, 26 MEI 2026 • 11:42 WIB

Buah Lontar Jadi Kekayaan Alam Khas Kabupaten Jayapura

Author

Buah lontar khas Kabupaten Jayapura (Ist)

PAPUA - Kabupaten Jayapura dikenal memiliki kekayaan alam yang melimpah, mulai dari danau, hutan tropis, hingga berbagai tanaman khas yang tumbuh alami di wilayah pesisir. Salah satu tanaman yang kini mulai mendapat perhatian masyarakat adalah pohon lontar yang menghasilkan buah khas dengan cita rasa segar dan kandungan air alami yang tinggi.

Buah lontar menjadi salah satu hasil alam yang cukup mudah ditemukan di beberapa kampung pesisir Kabupaten Jayapura, terutama pada musim panas. Bentuk buahnya bulat dengan kulit berwarna cokelat kehitaman, sementara bagian dalamnya berisi daging buah bening menyerupai kolang-kaling dengan rasa manis dan menyegarkan.

Bagi masyarakat lokal, buah lontar bukan sekadar konsumsi harian, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir sejak lama. Pohon lontar tumbuh kuat di daerah panas dan berpasir, sehingga banyak dijumpai di kawasan pantai yang beriklim kering.

Saat musim panen tiba, warga biasanya memanjat pohon lontar untuk mengambil tandan buah yang berada di bagian pucuk pohon. Proses pengambilan buah masih dilakukan secara tradisional menggunakan alat sederhana dan membutuhkan keterampilan khusus karena pohonnya dapat tumbuh sangat tinggi.

Baca juga: Silas Papare, Tokoh Papua Yang Mengobarkan Semangat Persatuan Untuk NKRI

Selain dikonsumsi langsung, buah lontar juga mulai diolah menjadi berbagai produk makanan dan minuman tradisional. Beberapa warga memanfaatkan air dan daging buah lontar untuk dijadikan es buah, sirup alami, hingga campuran makanan khas Papua.

Rasa buah lontar yang segar membuatnya banyak diminati masyarakat, terutama saat cuaca panas. Kandungan air yang tinggi di dalam buah dipercaya mampu membantu menyegarkan tubuh dan mengurangi dehidrasi saat beraktivitas di bawah terik matahari.

Tidak hanya buahnya, hampir seluruh bagian pohon lontar memiliki manfaat bagi masyarakat. Daunnya sering digunakan sebagai bahan anyaman tradisional, sementara batangnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan sederhana di kampung-kampung pesisir.

Dalam beberapa tahun terakhir, keberadaan buah lontar mulai dilirik sebagai potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan lebih luas. Sejumlah pelaku usaha kecil di Kabupaten Jayapura mulai menjual buah lontar di pasar tradisional maupun lokasi wisata.

Wisatawan yang berkunjung ke Jayapura juga mulai tertarik mencoba buah khas tersebut karena memiliki rasa unik yang jarang ditemukan di daerah lain di Indonesia. Kehadiran buah lontar dinilai dapat menjadi bagian dari promosi wisata kuliner lokal Papua.

Baca juga: Rahasia Skincare Alami Mama-Mama Papua Untuk Kulit Sehat Glowing

Selain bernilai ekonomi, pohon lontar juga memiliki fungsi ekologis penting bagi wilayah pesisir. Akar pohon lontar membantu menjaga struktur tanah agar tidak mudah tergerus abrasi pantai, terutama di kawasan yang langsung berbatasan dengan laut.

Masyarakat adat setempat berharap keberadaan pohon lontar tetap dijaga dan dilestarikan agar tidak hilang akibat perubahan lingkungan maupun alih fungsi lahan. Pelestarian tanaman lokal dinilai penting sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Papua.

Pemerintah daerah juga didorong untuk memberikan perhatian terhadap pengembangan produk berbasis lontar, termasuk membantu pemasaran dan pengolahan hasil buah agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Dengan pengelolaan yang baik, buah lontar berpotensi menjadi salah satu ikon kuliner khas Kabupaten Jayapura yang mampu mendukung sektor ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan alam Papua kepada wisatawan.

Keberadaan buah lontar menjadi bukti bahwa Papua tidak hanya kaya akan panorama alam, tetapi juga memiliki beragam hasil bumi unik yang menyimpan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat lokal.

Di tengah perkembangan modernisasi, masyarakat Kabupaten Jayapura terus berupaya menjaga keberadaan tanaman khas tersebut agar tetap menjadi warisan alam yang dapat dinikmati generasi mendatang.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU