PAPUA - Nama Silas Papare menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan Papua untuk bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sosoknya dikenang sebagai pejuang yang konsisten menyuarakan persatuan di tengah situasi politik yang penuh tekanan pada masa kolonial.
Silas Papare lahir di Serui, Papua, dan tumbuh dengan semangat nasionalisme yang kuat. Ia percaya bahwa Papua merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia setelah kemerdekaan diproklamasikan pada tahun 1945.
Dalam perjalanan perjuangannya, Silas Papare aktif melawan pengaruh kolonial Belanda yang ingin mempertahankan Papua di luar wilayah Republik Indonesia. Ia memilih jalur organisasi dan diplomasi untuk memperjuangkan keyakinannya tersebut.
Baca juga: Tradisi Sasi Di Papua Jadi Benteng Adat Dalam Menjaga Laut Dan Kelestarian Biota Pesisir
Pada tahun 1946, Silas mendirikan Partai Kemerdekaan Indonesia Irian atau PKII di Serui. Organisasi itu menjadi wadah perjuangan rakyat Papua yang mendukung integrasi dengan Indonesia.
Melalui PKII, Silas Papare mengajak masyarakat Papua untuk menolak upaya pemisahan yang dilakukan pemerintah kolonial. Gerakan tersebut sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di wilayah timur Indonesia.
Perjuangan Silas tidak berhenti di Papua. Pada tahun 1949, ia membentuk Badan Perjuangan Irian di Yogyakarta untuk membantu pemerintah pusat dalam memperjuangkan pembebasan Irian Barat secara diplomatis dan strategis.
Baca juga: Kisah Dokter Inspiratif Di Papua Yang Mengabdi Hingga Pedalaman
Langkah tersebut menunjukkan bahwa perjuangan integrasi Papua bukan hanya berlangsung di daerah, tetapi juga menjadi perhatian nasional. Silas Papare menjadi salah satu penghubung penting antara rakyat Papua dan pemerintah Indonesia.
Di tengah derasnya propaganda kolonial, Silas tetap teguh menyuarakan bahwa Papua adalah bagian dari Indonesia. Sikap konsistennya menjadikan dirinya simbol persatuan dan nasionalisme dari ujung timur Nusantara.
Perjuangan yang dilakukan Silas Papare juga dipenuhi berbagai tantangan politik dan tekanan dari pihak kolonial. Meski demikian, ia tetap memilih jalur damai dan diplomasi untuk memperjuangkan cita-citanya.
Bagi masyarakat Papua, Silas Papare bukan hanya seorang pejuang politik. Ia juga dianggap sebagai tokoh yang membawa harapan tentang persaudaraan dan kesetaraan dalam bingkai Indonesia.
Baca juga: Kopi Wamena Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Papua Dari UMKM Hingga Pasar Kopi Dunia
Nama Silas Papare kemudian diabadikan di berbagai fasilitas publik sebagai bentuk penghormatan atas jasa besarnya. Salah satu yang paling dikenal adalah Kapal Perang Republik Indonesia KRI Silas Papare.
Pemerintah Indonesia secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Silas Papare pada tahun 1993. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi dan perjuangannya mempertahankan persatuan bangsa.
Hingga kini, semangat perjuangan Silas Papare tetap dikenang sebagai simbol integrasi dan persatuan Indonesia. Sosoknya menjadi pengingat bahwa keberagaman Nusantara dapat dipersatukan melalui tekad, pengorbanan, dan cinta terhadap tanah air.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: