skincare" data-author="null" data-credit="null" data-source="null">ilustrasi pemakaian skincare
PAPUA - Perawatan kecantikan alami khas Papua kembali menarik perhatian karena menggunakan bahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan. Tradisi turun-temurun ini diwariskan oleh mama-mama Papua sebagai cara menjaga kesehatan kulit tanpa bahan kimia berlebihan.
Salah satu rahasia utama dalam perawatan tradisional tersebut adalah penggunaan minyak kelapa murni atau yang dikenal sebagai minyak kelentik. Bahan alami ini dipercaya mampu menjaga kelembapan kulit sekaligus melindungi dari paparan cuaca panas.
Selain minyak kelapa, masyarakat Papua juga memanfaatkan buah pinang sebagai bahan perawatan wajah alami. Kombinasi keduanya dipercaya membantu kulit terlihat lebih sehat, cerah, dan terasa lebih kenyal.
Baca juga: Tradisi Sasi Di Papua Jadi Benteng Adat Dalam Menjaga Laut Dan Kelestarian Biota Pesisir
Minyak kelapa dikenal kaya akan kandungan asam laurat yang memiliki sifat antiinflamasi alami. Kandungan tersebut membantu menjaga kelembapan kulit dan mengurangi risiko kulit kering akibat paparan sinar matahari.
Dalam perawatan wajah, minyak kelapa biasanya digunakan pada malam hari sebelum tidur. Penggunaannya cukup sedikit, lalu dipijat perlahan ke seluruh wajah agar meresap sempurna selama malam.
Tak hanya untuk wajah, minyak kelapa juga sering dipakai sebagai pelembap tubuh alami. Mama-mama Papua biasa mengoleskannya setelah mandi agar kulit tetap halus dan terlindungi dari udara dingin maupun kering.
Perawatan tradisional ini juga diterapkan pada rambut. Minyak kelapa dioleskan dari akar hingga ujung rambut untuk menjaga kelembapan, memperkuat helai rambut, dan mempertahankan kilau alami.
Baca juga: Kisah Dokter Inspiratif Di Papua Yang Mengabdi Hingga Pedalaman
Sementara itu, buah pinang digunakan sebagai masker alami untuk membantu mengencangkan kulit. Kandungan tanin yang tinggi pada pinang dipercaya memiliki efek astringen yang mampu mengecilkan pori-pori wajah.
Cara membuat masker pinang cukup sederhana. Buah pinang muda ditumbuk hingga halus lalu dicampur sedikit air sampai membentuk pasta yang mudah diaplikasikan ke kulit wajah.
Masker tersebut biasanya dioleskan secara merata ke wajah sambil menghindari area mata dan bibir. Setelah didiamkan sekitar 15 hingga 20 menit, masker kemudian dibilas menggunakan air hangat.
Baca juga: Kopi Wamena Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Papua Dari UMKM Hingga Pasar Kopi Dunia
Tradisi kecantikan khas Papua umumnya menggabungkan kedua bahan alami tersebut. Setelah masker pinang dibersihkan, minyak kelapa dioleskan kembali untuk menjaga kelembapan kulit agar tidak terasa kering.
Meski alami, penggunaan minyak kelapa tetap perlu disesuaikan dengan jenis kulit. Bagi pemilik kulit berminyak atau mudah berjerawat, pemakaiannya dianjurkan tidak berlebihan karena berpotensi menyumbat pori-pori.
Perawatan sederhana ala mama-mama Papua ini menjadi bukti bahwa kekayaan alam lokal dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan kulit secara alami. Tradisi tersebut tidak hanya mencerminkan kearifan lokal, tetapi juga memperlihatkan bagaimana masyarakat Papua merawat tubuh dengan bahan-bahan yang berasal langsung dari alam sekitar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: