Selasa, 30 JUNI 2026 • 00:59 WIB

TPNPB Klaim Dua Remaja Ditembak Saat Bangun Gereja di Intan Jaya

Author

TPNPB-OPM menyebut dua remaja terluka akibat penembakan ketika membantu pembangunan gereja di Kampung Titigi. (Ist)

PAPUA – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim dua remaja mengalami luka tembak saat membantu pembangunan gereja di Kampung Titigi, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Senin (29/6/2026).

Klaim tersebut disampaikan melalui Siaran Pers Ke-III yang diterbitkan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM dan ditandatangani Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom.

Dalam siaran pers itu, TPNPB menyebut kedua korban bernama Daud Hagismijau dan Kiko Hagismijau. Organisasi tersebut mengklaim keduanya masih berusia di bawah 18 tahun.

Menurut keterangan TPNPB, kedua remaja tersebut mengalami luka tembak ketika berada di lokasi pembangunan Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius Titigi bersama warga lainnya.

"Keduanya mengalami luka tembak di kaki dan paha belakang saat bersama warga sipil membangun Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius Titigi," demikian isi siaran pers TPNPB.
Selain menyampaikan informasi mengenai korban, TPNPB juga mengklaim aparat keamanan menguasai jalur utama yang menghubungkan Kota Sugapa menuju Kampung Titigi hingga wilayah Kabupaten Puncak.

Dalam keterangannya, TPNPB menyebut penghadangan dilakukan terhadap warga yang mengungsi dari Distrik Agisiga, Hitadipa, dan Sugapa selama periode 26 hingga 29 Juni 2026.

TPNPB juga mengklaim operasi keamanan yang melibatkan pasukan darat serta penggunaan drone mengakibatkan kerusakan terhadap sejumlah fasilitas sipil di wilayah tersebut.

Menurut organisasi itu, beberapa rumah warga, bangunan gereja, serta fasilitas umum lainnya disebut mengalami kerusakan bahkan kebakaran akibat operasi yang mereka klaim terjadi.

Baca juga: BPJS Kesehatan Jayapura Permudah Akses Layanan bagi Peserta JKN

TPNPB selanjutnya menyatakan bahwa situasi tersebut telah memicu gelombang pengungsian masyarakat di sejumlah distrik di Kabupaten Intan Jaya.

"Pengungsian besar-besaran terjadi di tiga distrik tersebut," tulis TPNPB dalam siaran persnya.
Melalui pernyataan yang sama, TPNPB mengutuk insiden yang mereka klaim terjadi dan menyebut peristiwa tersebut sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

Organisasi tersebut juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk melakukan investigasi terhadap situasi keamanan yang terjadi di Papua.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak TNI maupun Pemerintah Kabupaten Intan Jaya terkait klaim penembakan terhadap dua remaja tersebut maupun sejumlah klaim lain yang disampaikan TPNPB.

Sesuai prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik, seluruh informasi dalam pemberitaan ini bersumber dari siaran pers TPNPB dan masih merupakan klaim sepihak yang belum dapat diverifikasi secara independen. Ruang hak jawab tetap terbuka bagi TNI, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, maupun pihak terkait lainnya apabila memberikan keterangan resmi.

Keterangan Foto: Dua remaja yang diklaim TPNPB mengalami luka tembak saat membantu pembangunan Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius di Kampung Titigi, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Senin (29/6/2026). Hingga berita ini diterbitkan, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun Pemerintah Kabupaten Intan Jaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU