Sabtu, 15 NOVEMBER 2025 • 18:18 WIB

Kepala Suku GGKT Dorong Kemandirian Ekonomi dan Gizi Anak Lewat Sosialisasi Program MBG dan Koperasi Merah Putih di Keerom

Author

Tampak foto bersama Kepala Suku GGKT, Frans Tafor, bersama masyarakat Kampung Arso Kota seusai sosialisasi. (Ist)

Papua — Upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat dan mendorong edukasi gizi bagi anak sekolah terus dilakukan oleh para tokoh adat di Keerom. Kepala Suku GGKT, Frans Tafor, menggelar sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih kepada masyarakat adat GGKT di Kampung Arso Kota, Distrik Arso, Kabupaten Keerom. Kegiatan yang dihadiri puluhan warga ini juga dirangkaikan dengan pembagian paket sembako sebagai dukungan sosial.

Dalam sambutannya, Frans Tafor mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah Keerom. Ia menegaskan bahwa rasa aman adalah fondasi utama agar program pemerintah maupun kegiatan masyarakat adat dapat berjalan baik. Terlebih, keluarga besar GGKT kini tersebar hingga Jayapura sehingga diperlukan kebersamaan menjaga situasi tetap kondusif.

Frans Tafor menyoroti pentingnya Program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi masa depan generasi muda. Program ini dinilai mampu meningkatkan kesehatan anak-anak sekolah serta menumbuhkan semangat belajar melalui dukungan makanan bergizi yang teratur. Ia berharap masyarakat dapat mendukung penuh pelaksanaannya.

Baca juga: Kasus Aresty Guncang Manokwari, Kapolresta Tegaskan Tak Ingin Tragedi Serupa Terulang

Selain edukasi gizi, Frans juga menekankan pentingnya kemandirian ekonomi masyarakat Papua. Dalam penjelasannya, ia menyampaikan bahwa Koperasi Merah Putih hadir sebagai wadah untuk mendorong warga mengembangkan usaha produktif, khususnya di sektor perkebunan dan simpan pinjam. Ia menilai koperasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing masyarakat adat.

Menurut Frans, pemerintah pusat saat ini terus mengupayakan program yang menyentuh langsung kehidupan rakyat, termasuk masyarakat di Papua. Oleh karena itu, ia mengajak warga untuk memanfaatkan peluang yang diberikan pemerintah, terutama melalui program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Kegiatan sosialisasi yang digelar di Arso Kota berlangsung dalam suasana akrab dan penuh antusiasme. Masyarakat tampak aktif bertanya dan menerima penjelasan mengenai manfaat Program MBG serta mekanisme koperasi yang dapat membantu keluarga meningkatkan pendapatan.

Baca juga: Karto Nirigi Dilantik sebagai Ketua DPRK Nduga, Tegaskan Komitmen Bangun Daerah

Kesadaran bersama untuk membangun komunitas adat GGKT menjadi semakin kuat melalui sosialisasi ini. Tidak hanya sebagai ajang berbagi informasi, kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan untuk memperkuat identitas dan solidaritas warga.

Di akhir kegiatan, panitia membagikan paket sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan keluarga sekaligus menjadi penyemangat dalam mendukung program-program yang telah disampaikan.

Pembagian bantuan sosial tersebut turut menegaskan bahwa sosialisasi ini tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga aksi nyata menyentuh langsung kebutuhan warga. Dengan kombinasi pemberdayaan, pendidikan gizi, dan kepedulian sosial, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat GGKT di Keerom.

Melalui kegiatan ini, Frans Tafor berharap masyarakat semakin siap menghadapi tantangan ekonomi dan pendidikan di masa mendatang. Ia menegaskan bahwa kemajuan masyarakat Papua harus dibangun bersama, dimulai dari keluarga, komunitas adat, hingga kolaborasi dengan pemerintah.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU