Papua - Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Hal ini tampak dari pelaksanaan panen padi sawah di Distrik Tembuni, Selasa (11/11/2025), yang menghasilkan produksi dari lahan seluas 6,75 hektare di kawasan Stengkol 1.
Kegiatan panen tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Teluk Bintuni, Abraham A. Inanosa, SP., MP. Ia menegaskan bahwa panen raya ini merupakan bagian dari Program 100 Hari Kerja Bupati Yohanis Manibuy dan Wakil Bupati Joko Linggara, khususnya pada sektor prioritas yaitu pertanian.
Dalam keterangannya, Inanosa menyebutkan bahwa hasil panen ini tidak hanya menjadi indikator capaian program, tetapi juga wujud nyata peningkatan produksi pangan di Distrik Tembuni. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Baca juga: Ritual Orong Na-Sfa-Tehit: Teriakan Sunyi Masyarakat Adat Sorsel Menuntut Keadilan Negara
Menurutnya, penguatan produksi pangan memiliki dampak besar bagi kesejahteraan petani. Oleh sebab itu, pemerintah berharap hasil panen dapat memberi semangat baru bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas. “Agar ke depannya masyarakat tani bisa hidup lebih sejahtera,” ujarnya.
Seusai memimpin panen, Inanosa juga membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait Sistem Pemeliharaan dan Pengelolaan Penggunaan Pakan Alternatif bagi Peternak Ayam Orang Asli Papua (OAP). Bimtek tersebut dilaksanakan pada Sabtu (15/11/2025) di Balai Kampung Waraitama.
Lahan padi yang dipanen diketahui merupakan garapan masyarakat transmigrasi dan petani OAP di Stengkol 1. Selama ini kedua kelompok tersebut menjadi bagian penting dari penggerak sektor pertanian di Distrik Tembuni dan wilayah sekitarnya.
Untuk memperkuat komitmen para petani, terutama masyarakat OAP, Dinas Pertanian turut menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian (saprodi). Bantuan tersebut mencakup bibit unggul, pupuk, dan kebutuhan pendukung lainnya yang diharapkan meningkatkan kualitas serta hasil panen ke depan.
Inanosa menegaskan bahwa pemberian bantuan bukan sekadar dukungan teknis, tetapi juga dorongan moral agar para petani terus berkembang dalam usaha tani mereka. Pemerintah, katanya, ingin masyarakat OAP semakin percaya diri mengelola lahan dan memaksimalkan potensi pertanian daerah.
Baca juga: Komisi IV DPR Papua Desak Penyelesaian Program Strategis ESDM–PTSP 2025
Panen di Tembuni ini juga menjadi bukti bahwa sektor pertanian Teluk Bintuni memiliki prospek cerah apabila terus didukung dengan program yang tepat sasaran. Pemerintah berharap keberhasilan tersebut dapat direplikasi di distrik lain yang memiliki potensi serupa.
Dengan capaian panen dan serangkaian program pendukung lainnya, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menegaskan kembali komitmennya untuk menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: