Minggu, 30 NOVEMBER 2025 • 03:00 WIB

Tragedi di RSUD Mimika: Ibu Temukan Anaknya Sendiri sebagai Jenazah Korban Pembacokan dari SP 1

Author

Tampak jenazah Yudha Tegar Pratama berada di ruang pemulasaran RSUD Mimika sesaat setelah tiba; petugas medis terlihat melakukan pemeriksaan awal sebelum proses autopsi dimulai. (Ist)

PAPUA — RSUD Mimika diliputi suasana duka mendalam pada Sabtu, 29 November 2025, setelah terjadi peristiwa memilukan yang menyentuh hati banyak orang. Seorang ibu yang bekerja sebagai cleaning service di rumah sakit tersebut menemukan bahwa jenazah yang baru tiba di Kamar Mayat ternyata adalah putra kandungnya sendiri, Yudha Tegar Pratama, mahasiswa keperawatan berusia 20 tahun.

Yudha ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada pagi hari di kawasan pemakaman SP 1, Kelurahan Kamoro Jaya. Warga setempat dikejutkan dengan kondisi tubuh korban yang mengalami luka bacok pada bagian wajah, sehingga kasus ini langsung memicu perhatian aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan intensif.

Sebelum identitasnya diketahui, jenazah Yudha dibawa ke RSUD Mimika untuk pemeriksaan medis awal. Di sinilah momen menyayat hati itu terjadi. Sang ibu, yang tengah bekerja, mendekat untuk melihat jenazah yang baru masuk tanpa pernah membayangkan bahwa yang terbaring di meja pemulasaran adalah buah hatinya sendiri.

Baca juga: Kolaborasi Internasional di Timika: Freeport, PSSI, dan KNVB Bersatu Mengorbitkan Talenta Muda Papua

Humas RSUD Mimika, Lucky Mahakena, menjelaskan bahwa situasi tersebut sangat mengguncang emosional seluruh staf rumah sakit. Ia mengungkapkan bahwa sang ibu awalnya hanya menjalankan tugas rutinnya, tetapi takdir berkata lain ketika ia mengenali wajah anaknya di balik kain penutup jenazah.

Setelah identitas korban dipastikan, aparat kepolisian segera kembali ke lokasi ditemukannya jenazah untuk melanjutkan olah TKP. Kehadiran luka bacok menimbulkan dugaan kuat bahwa Yudha menjadi korban kekerasan, sehingga penyidik kini fokus menggali potensi unsur pidana dalam kasus ini.

Sementara itu, jenazah Yudha masih berada di Kamar Mayat RSUD Mimika menunggu proses autopsi. Pemeriksaan ini menjadi langkah penting untuk mengungkap penyebab kematian secara lebih pasti serta memahami sifat luka-luka yang ditemukan pada tubuh korban.

Keluarga Yudha masih terpukul dengan kejadian tragis ini. Mereka mengaku sulit menerima kenyataan bahwa anak mereka yang tengah menempuh pendidikan di bidang kesehatan kini harus pergi dalam keadaan tragis. Kondisi keluarga yang masih diliputi shock membuat suasana rumah duka dipenuhi isak tangis.

Di lingkungan akademis, kabar kematian Yudha juga mengejutkan rekan-rekan sejawatnya. Sebagai mahasiswa keperawatan, Yudha dikenal sebagai sosok yang rajin dan memiliki cita-cita kuat untuk berkontribusi di dunia kesehatan. Kepergiannya menyisakan luka mendalam bagi teman-temannya di kampus.

Baca juga: Misteri Pria Tanpa Identitas di SP 1 Mimika: Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan, Pisau Tajam di Area Pemakaman Memicu Banyak Spekulasi

Pihak RSUD Mimika menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga dan berharap proses penyelidikan dapat segera menemukan titik terang. Mereka juga memberikan pendampingan emosional kepada ibu korban yang masih berusaha tegar menghadapi musibah ini.

Hingga berita ini diterbitkan, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam. Publik berharap kasus ini dapat terungkap secara tuntas, sehingga keluarga Yudha Tegar Pratama mendapatkan keadilan atas kejadian yang merenggut nyawa anak mereka secara tragis.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU