Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 02:45 WIB

Klaim Kontak Senjata di Yahukimo Mencuat, TPNPB Sebut Empat Prajurit TNI Gugur

Author

Pimpinan dan anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) terlihat saat menyampaikan pernyataan terkait klaim kontak senjata dengan aparat TNI di wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan, Minggu (28/12/2025) (Ist)

PAPUA — Situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, kembali menjadi sorotan menyusul klaim Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) terkait terjadinya kontak senjata dengan aparat TNI di wilayah tersebut. Klaim ini muncul di penghujung tahun 2025 dan menambah dinamika ketegangan keamanan yang belum sepenuhnya mereda.

TPNPB Komando Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo menyampaikan bahwa insiden kontak senjata tersebut terjadi di Jalan Saralala. Dalam pernyataan resmi yang disebarluaskan, kelompok tersebut mengklaim empat anggota TNI tewas dalam peristiwa yang disebut berlangsung pada akhir Desember 2025.

Pernyataan itu disampaikan oleh Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka, melalui siaran pers yang diterima Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB. Klaim tersebut disampaikan sebagai penjelasan sikap TPNPB atas eskalasi konflik bersenjata yang terjadi di wilayah pedalaman Papua Pegunungan.

Dalam keterangannya, Mayor Kopitua Heluka menyebut bahwa aksi yang diklaim sebagai penembakan tersebut dilakukan sebagai respons atas gugurnya sejumlah anggota TPNPB dalam dua bulan terakhir. “Kami tembak mati 4 Anggota TNI kodim 1715 dan satu unit mobil hancur, itu benar-benar perintah saya Kopitua Heluka,” kata Mayor Kopitua Heluka.

Baca juga: Operasi Damai Cartenz 2025 Persempit Gerak KKB, Aparat Gabungan Amankan Puluhan Pelaku dan Lumpuhkan Basis

Selain menyebut adanya korban jiwa, TPNPB juga mengklaim telah merusak satu unit kendaraan dalam insiden yang sama. Klaim ini disampaikan sebagai bagian dari narasi operasi yang mereka sebutkan dalam pernyataan resmi tersebut.

Kelompok TPNPB turut mengunggah tiga video yang dikaitkan dengan peristiwa di Yahukimo. Namun hingga kini, keaslian, waktu, dan konteks rekaman tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak lain di luar kelompok yang mengunggahnya.

Sampai berita ini diturunkan, belum terdapat konfirmasi resmi dari pihak TNI maupun pemerintah terkait kebenaran klaim yang disampaikan TPNPB. Juru Bicara TNI, Brigjen Ahmad Yani, belum memberikan pernyataan resmi dan belum dapat dihubungi untuk dimintai keterangan.

Klaim ini menambah daftar panjang informasi sepihak terkait konflik bersenjata antara TPNPB dan aparat keamanan di Papua, khususnya di wilayah pegunungan yang selama ini dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Aparat keamanan dilaporkan terus memantau perkembangan situasi di Yahukimo untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya gangguan keamanan. Langkah pengamanan dilakukan sebagai upaya mencegah dampak konflik terhadap masyarakat sipil di sekitar wilayah rawan.

Baca juga: Manajemen RSUD Jayapura Tegaskan Tak Pernah Menolak Pasien, Isu Viral Disebut Akibat Miskomunikasi

Di sisi lain, pemerintah dan aparat terkait sebelumnya telah berupaya melakukan berbagai pendekatan, termasuk pengamanan wilayah dan komunikasi dengan berbagai pihak, guna meredam eskalasi kekerasan. Namun hingga akhir tahun 2025, belum terlihat adanya penyelesaian menyeluruh yang mampu menghentikan konflik bersenjata di lapangan.

Dalam pernyataan yang sama, TPNPB juga menyatakan kesiapan mereka menanggung risiko atas tindakan yang diklaim telah dilakukan. “Kami siap bertanggung jawab atas penembakan ini, karena kami melakukan itu untuk membela diri dan membela hak-hak rakyat Papua,” kata Mayor Kopitua Heluka.

Situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo hingga kini masih dinamis dan terus dipantau oleh aparat. Masyarakat sipil diimbau untuk tetap waspada, membatasi aktivitas di wilayah rawan, serta mengikuti arahan resmi demi menjaga keselamatan bersama.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU