Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 13:38 WIB

Satgas Energi Pastikan Papua Terang hingga Tahun Baru

Author

Personel Pertamina Patra Niaga bersama tim Satgas Nataru Sektor ESDM saat melakukan pengecekan langsung ke fasilitas SPBU dan terminal BBM (Ist)

PAPUA - Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku bersama Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 melakukan pengecekan langsung kehandalan suplai dan layanan energi di wilayah Papua, khususnya Kota Jayapura dan sekitarnya.

Kegiatan monitoring lapangan ini dipimpin Ketua Posko Nasional Sektor ESDM sekaligus Komite BPH Migas, Erika Retnowati, didampingi Tenaga Ahli Menteri ESDM, Mulyono, sebagai bagian dari upaya memastikan ketersediaan energi tetap aman selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Sejumlah titik strategis menjadi sasaran pengecekan, di antaranya SPBU Satu Harga Skouw yang berada dekat perbatasan Papua Nugini, SPBU Nelayan di Hamadi, SPBU Reguler Entrop, serta fasilitas Integrated Terminal (IT) Jayapura.

Di SPBU Satu Harga Skouw, Erika menilai keberadaan fasilitas tersebut sangat membantu masyarakat karena jaraknya mencapai sekitar 20 kilometer dari SPBU reguler terdekat, sehingga akses BBM menjadi lebih mudah dan terjangkau.

Saat berdialog dengan nelayan di SPBU Nelayan Hamadi, Erika menyampaikan bahwa kehadiran SPBUN memberi dampak nyata karena nelayan dapat membeli BBM dengan harga terjangkau, yakni Pertalite Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter.

Sementara itu, hasil pengecekan di SPBU Entrop menunjukkan stok BBM dalam kondisi aman meskipun tingkat penyalurannya cukup tinggi dengan omzet harian mencapai sekitar 40 kiloliter.

Baca juga: Jembatan Udara Natal Freeport Antar Bantuan hingga Pelosok Pegunungan Mimika

Pengecekan kemudian dilanjutkan ke Integrated Terminal Jayapura yang dinilai memiliki ketahanan stok sangat baik, dengan ketersediaan mencapai sekitar 15 hari sebagai langkah antisipasi kebutuhan energi di kawasan Indonesia timur.

Erika menyimpulkan bahwa secara umum ketersediaan energi di Jayapura berada dalam kondisi aman dan mencukupi hingga perayaan Tahun Baru, meskipun tetap diperlukan penguatan infrastruktur ke depan.

Ia berharap Pertamina Patra Niaga terus memperhatikan kapasitas tangki timbun dan pengembangan infrastruktur energi, baik untuk BBM maupun Avtur, mengingat permintaan di wilayah Indonesia Timur terus mengalami peningkatan.

Menurut Erika, kapasitas penyimpanan yang lebih besar akan meningkatkan ketahanan energi, menjaga kontinuitas layanan, sekaligus menghemat biaya distribusi di wilayah kepulauan Maluku dan daerah pegunungan Papua yang sangat dipengaruhi faktor cuaca.

Di akhir kunjungannya, Erika menyampaikan apresiasi kepada Pertamina Patra Niaga atas kesiapsiagaan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya di Papua yang menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi perayaan Natal terbesar di Indonesia.

Baca juga: Tambang Tanpa Izin Terus Beroperasi di Nabire, Kerusakan Lingkungan Membesar hingga Akhir 2025

Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga Pertamina Patra Niaga, Alimuddin Baso, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga layanan energi selama masa Nataru, dengan ketahanan stok BBM dan Avtur di Papua dijaga pada kisaran 10 hingga 12 hari.

Selain menjaga ketersediaan, Pertamina Patra Niaga juga memastikan kualitas dan ketepatan takaran BBM melalui pengujian langsung bersama Lemigas, sehingga masyarakat dapat merasa aman dan percaya terhadap layanan energi yang diberikan selama Natal dan Tahun Baru.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU