Jumat, 02 JANUARI 2026 • 22:54 WIB

Malam Tahun Baru di Dekai Diwarnai Serangan Bersenjata, Situasi Keamanan Yahukimo Kembali Memanas

Author

Pernyataan resmi TPNPB yang disampaikan kepada publik terkait serangan bersenjata di Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Rabu malam (31/12/2025) (Ist)

PAPUA - Situasi keamanan di Kota Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, kembali memanas setelah terjadinya serangan bersenjata pada malam pergantian tahun, Rabu (31/12/2025).

Serangan tersebut dilaporkan menyasar sebuah pos militer Indonesia dan diklaim dilakukan oleh pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sebagai bagian dari aksi perlawanan bersenjata kelompok tersebut.

Dalam laporan yang beredar, serangan itu mengakibatkan dua anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengalami luka tembak dan harus mendapatkan penanganan medis.

Aksi bersenjata tersebut disebut berada di bawah komando Mayor Kopitua Heluka, yang dikenal sebagai salah satu pimpinan lapangan TPNPB di wilayah Yahukimo.

Informasi mengenai kejadian ini disampaikan kepada publik melalui pernyataan resmi yang dibagikan oleh juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, yang menyebutkan bahwa serangan dilakukan secara terencana pada momentum malam pergantian tahun.

Baca juga: KNPB Yahukimo Menilai Situasi Papua Masuki Fase Krisis Serius Keamanan dan Kemanusiaan

Dalam pernyataan tersebut, Mayor Kopitua Heluka menyebut aksi bersenjata itu sebagai bagian dari perjuangan kemerdekaan Papua yang, menurut klaim mereka, akan terus berlanjut selama militer Indonesia masih berada di wilayah Papua.

Ia menegaskan bahwa kehadiran aparat keamanan Indonesia dianggap sebagai pendudukan ilegal, sehingga kelompoknya menyatakan akan melanjutkan perlawanan bersenjata sebagai bentuk penolakan.

Selain Mayor Kopitua Heluka, Panglima Komando Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo Brigjen Elkius Kobak juga disebut bertanggung jawab atas serangan tersebut dan menyatakan komitmen untuk melanjutkan agenda perlawanan.

Sebby Sambom menegaskan bahwa aksi yang dilakukan TPNPB bukan sekadar serangan simbolik, melainkan bagian dari strategi perjuangan jangka panjang yang mereka klaim sebagai upaya pembebasan Papua.

Hingga saat ini, Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB disebut masih melakukan pengumpulan data dan informasi lengkap terkait insiden tersebut sebelum menyampaikan laporan resmi lanjutan kepada publik.

Baca juga: Evaluasi Akhir Tahun Polresta Manokwari Catat Puluhan Pelanggaran Personel Sepanjang 2025

Di sisi lain, aparat keamanan Indonesia dilaporkan meningkatkan kewaspadaan di sejumlah titik strategis di Kabupaten Yahukimo untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya serangan susulan.

Masyarakat sipil di Kota Dekai dan sekitarnya disebut merasakan ketegangan pascakejadian, terutama karena serangan terjadi di tengah momen perayaan pergantian tahun yang seharusnya berlangsung aman dan damai.

Kondisi ini kembali menegaskan bahwa konflik bersenjata di Papua Pegunungan masih menjadi tantangan serius bagi stabilitas keamanan dan keselamatan warga sipil di wilayah tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU