Minggu, 08 MARET 2026 • 12:33 WIB

TPNPB Klaim Tembak Prajurit TNI di Nabire

Author

Sejumlah barang bukti yang diamankan tim gabungan TNI–Polri setelah terjadi baku tembak dengan kelompok bersenjata di wilayah Kepala Air, Nabarua Atas, Kampung Kali Harapan, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Minggu (1/3/2026) siang. (Ist)

PAPUA - Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim telah menembak seorang prajurit TNI bernama Pratu Mulyado Chandra dalam insiden kontak tembak yang terjadi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Minggu (1/3/2026) siang.

Klaim tersebut disampaikan oleh juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, yang menyebut bahwa pihaknya menerima laporan dari pasukan TPNPB di lapangan mengenai penembakan terhadap aparat militer Indonesia dalam peristiwa tersebut.

Menurut Sambom, penembakan dilakukan oleh pasukan TPNPB yang dipimpin oleh Aibon Kogoya saat terjadi baku tembak dengan aparat keamanan di wilayah tersebut.

Ia menjelaskan bahwa kontak senjata terjadi setelah aparat militer Indonesia menggunakan helikopter untuk melakukan penembakan dari udara terhadap posisi pasukan TPNPB.

“TPNPB membalas tembakan dari bawa ke atas, mengakibatkan dua unit helikopter militer bocor. Satu orang aparat militer Indonesia mengalami luka tembak dan telah dievakuasi keluar medan perang,” tulis Sebby Sambom dalam siaran persnya, Senin (2/3/2026).

Baca juga: Safari Ramadan Bintuni Dimulai, Wabup Joko Lingara Kunjungi Distrik Tomu

Selain itu, Sambom juga menyebut bahwa aparat keamanan dalam operasi tersebut turut merampas sejumlah logistik militer milik pasukan TPNPB.

Ia menambahkan bahwa pasukan TPNPB dan aparat militer Indonesia masih berada dalam kondisi siaga tinggi di wilayah Nabire pasca insiden tersebut.

Menurutnya, prajurit TNI yang mengalami luka tembak telah dievakuasi menggunakan helikopter Bell dari Nabire menuju Timika untuk mendapatkan penanganan medis.

Dalam pernyataannya, Sambom juga menyampaikan seruan kepada pemerintah Indonesia agar menghentikan penggunaan senjata berat yang berasal dari Amerika Serikat dalam konflik bersenjata di Tanah Papua.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, baku tembak terjadi antara kelompok TPNPB pimpinan Aibon Kogoya dengan tim gabungan TNI-Polri dari Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (ODC).

Baca juga: Bupati Mansel Ajak ASN Belanja di Pasar Tradisional

Kontak tembak tersebut berlangsung di wilayah Kepala Air, Nabarua Atas, Kampung Kali Harapan, Kabupaten Nabire, Papua Tengah saat tim gabungan melakukan operasi penindakan terpadu dan penyisiran terhadap kelompok bersenjata.

Dalam operasi tersebut, prajurit TNI dari Satgas Rajawali 4, Pratu Mulyado Chandra, dilaporkan mengalami luka tembak pada bagian kaki kiri.

Prajurit tersebut kemudian dievakuasi ke Kabupaten Mimika untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kepala Satuan Tugas Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz, Komisaris Besar Polisi I Gusti Gede Era Adhinata, mengatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons cepat setelah kelompok Aibon Kogoya melakukan penyerangan terhadap pos keamanan PT Kristalin beberapa waktu sebelumnya.

Menurutnya, kontak tembak tidak dapat dihindari ketika tim gabungan mendekati titik koordinat kamp kelompok bersenjata di Kampung Kali Harapan.

“Terjadi kontak tembak antara tim gabungan dan kelompok bersenjata. Aibon Kogoya beserta anggotanya dilaporkan melarikan diri ke dalam hutan saat tekanan dari aparat meningkat,” kata Kombes Pol I Gusti Gede Era Adhinata, Senin (2/3/2026).

Dalam operasi tersebut, tim gabungan juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata.

Barang bukti yang diamankan antara lain 561 butir peluru berbagai kaliber, uang tunai sebesar Rp79.700.000, serta 12 unit telepon seluler.

Selain itu, aparat juga menemukan dua unit telepon seluler milik staf PT Kristalin yang sebelumnya dilaporkan dirampas saat penyerangan terhadap pos keamanan perusahaan tersebut.

Baca juga: Wabup Kaimana Berbagi Takjil di Ramadan, Ajak Warga Perkuat Toleransi

Seluruh barang bukti saat ini telah diamankan di Mapolres setempat untuk proses penyelidikan lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

Pihak keamanan juga menyebut bahwa operasi pengejaran terhadap kelompok bersenjata masih terus berlangsung guna memastikan stabilitas keamanan di wilayah Nabire tetap terjaga.

Dalam operasi tersebut, TNI juga mengerahkan helikopter militer untuk memantau pergerakan dari udara serta memberikan dukungan logistik bagi pasukan yang melakukan operasi di wilayah hutan yang sulit dijangkau.

Kombes Pol I Gusti Gede Era Adhinata menegaskan bahwa aparat tidak akan mengendurkan pengawasan terhadap aktivitas kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

Menurutnya, operasi akan terus dilanjutkan hingga situasi keamanan di Kabupaten Nabire benar-benar kondusif dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jubi

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU