PAPUA - Sejumlah agenda penting Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Barat terpaksa mengalami penundaan hingga April 2026.
Penundaan ini disebabkan belum cairnya anggaran dari pemerintah provinsi yang menjadi sumber utama pembiayaan kegiatan organisasi olahraga tersebut.
Akibat kondisi tersebut, pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Musyawarah Provinsi (Musprov) belum dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang telah direncanakan sejak awal tahun.
Pelaksana Tugas Ketua KONI Papua Barat, Yohanis C. Sorbu, menyampaikan bahwa pihaknya sebenarnya telah mempersiapkan berbagai agenda tersebut secara matang.
Baca juga: Taman Paskah GKI Paulus Jadi Ruang Kebersamaan dan Penguatan Iman Jemaat
Ia menjelaskan, panitia Rakerda sudah dibentuk dan telah melakukan pendataan terhadap 42 cabang olahraga serta tujuh KONI kabupaten.
Menurutnya, seluruh cabang olahraga diharapkan tetap aktif dan tidak mengalami kendala dalam masa kepengurusan.
Namun demikian, hingga kini dukungan anggaran yang telah diusulkan dan dirasionalisasi masih belum direalisasikan oleh pemerintah provinsi melalui Dinas Pemuda dan Olahraga.
Sorbu menduga keterlambatan pencairan anggaran tersebut berkaitan dengan banyaknya hari libur dalam beberapa waktu terakhir.
Baca juga: Aksi Mahasiswa Papua Soroti Sejarah Freeport dan Tuntutan Penentuan Nasib Sendiri
Ia berharap setelah masa libur berakhir, anggaran dapat segera dicairkan sehingga agenda organisasi bisa kembali berjalan normal.
Terkait kebutuhan anggaran secara keseluruhan, pihaknya mengaku belum dapat memastikan jumlah pasti yang diperlukan untuk pelaksanaan Rakerda dan Musprov.
Setelah Rakerda terlaksana, hasilnya akan menjadi dasar untuk menentukan waktu pelaksanaan Musprov serta pembentukan tim penjaringan calon ketua KONI periode 2026–2030.
Sorbu juga menanggapi munculnya sejumlah bakal calon ketua KONI Papua Barat yang mulai ramai diperbincangkan di media sosial.
Ia menegaskan bahwa setiap individu memiliki hak untuk mencalonkan diri selama memenuhi persyaratan dan mengikuti aturan organisasi.
Meski demikian, ia meminta para calon untuk bersabar dan memberikan kepercayaan kepada kepengurusan sementara yang sedang bekerja menyiapkan agenda organisasi.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh cabang olahraga dan KONI kabupaten agar segera memperbarui kepengurusan.
Hal ini penting karena hanya pengurus aktif yang memiliki hak suara dalam Rakerda dan Musprov mendatang.
Baca juga: Sorotan Publik Menguat, Hibah Pemkab ke Kejari Mimika Dipertanyakan
Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, KONI Papua Barat tetap mempersiapkan diri untuk menghadapi Kejuaraan Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus dan Oktober 2026.
Beberapa cabang olahraga bela diri seperti tinju, muay thai, hapkido, dan kickboxing telah mulai dipersiapkan untuk mengikuti ajang tersebut.
Selain itu, cabang olahraga air seperti dayung, selam, selancar ombak, dan renang juga masuk dalam agenda persiapan pada Kejurnas Oktober 2026.
KONI Papua Barat telah mengirimkan surat kepada cabang olahraga terkait sebagai langkah awal koordinasi menghadapi kompetisi nasional tersebut.
Meski menghadapi kendala anggaran, komitmen untuk tetap berprestasi dan berpartisipasi di tingkat nasional tetap menjadi prioritas utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jubi