PAPUA - Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIM-WP) menggelar aksi demonstrasi damai di Kota Jayapura pada Selasa (7/4/2026).
Aksi tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati awal kontrak karya PT Freeport di Papua yang ditandatangani pada 5 April 1967.
Dalam aksi itu, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan yang menjadi perhatian utama mereka.
Baca juga: Desakan Penetapan Wakil Bupati Nduga Menguat, DPRK Diminta Segera Ambil Keputusan
Di antaranya adalah desakan penutupan operasional PT Freeport serta tuntutan pemberian hak penentuan nasib sendiri bagi masyarakat Papua.
Aksi ini disebut sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara damai oleh mahasiswa bersama masyarakat.
Mereka berharap suara yang disampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah dan pihak terkait lainnya.
Sejak pagi hari, massa aksi mulai berkumpul di sejumlah titik di Kota Jayapura.
Baca juga: Desakan Penetapan Wakil Bupati Nduga Menguat di Tengah Polemik Politik Daerah
Beberapa lokasi yang menjadi titik kumpul di antaranya Lingkaran Abepura, Expo Waena, gapura kampus atas dan bawah Universitas Cenderawasih, serta kawasan Perumnas 3 Waena dan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas demonstrasi mulai terlihat di beberapa titik tersebut.
Namun, di kawasan Lingkaran Abepura, situasi pada pagi hari masih terpantau relatif sepi tanpa kehadiran massa dalam jumlah besar.
Sementara itu, di Perumnas 3 Waena, massa telah mulai melakukan aksi di depan Gapura Uncen Atas.
Aparat keamanan dari Kepolisian dan Brimob telah bersiaga sejak pukul 07.00 WIT.
Pengamanan dilakukan untuk memastikan jalannya aksi tetap tertib dan kondusif.
Sejumlah kendaraan operasional kepolisian juga dikerahkan di lokasi.
Di antaranya kendaraan Dalmas, kendaraan taktis barracuda, serta mobil patroli untuk mendukung pengamanan aksi.
Di kawasan gapura kampus bawah Universitas Cenderawasih, mahasiswa mulai menggelar orasi.
Baca juga: Taman Paskah GKI Paulus Jadi Ruang Kebersamaan dan Penguatan Iman Jemaat
Dalam orasi tersebut, mereka kembali menegaskan tuntutan pencabutan izin operasional PT Freeport Indonesia di Papua.
Aksi demonstrasi ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Langkah tersebut dilakukan agar penyampaian pendapat di muka umum tetap berjalan aman.
Massa aksi juga direncanakan bergerak menuju Kantor DPR Papua di pusat Kota Jayapura.
Di lokasi tersebut, mereka akan melanjutkan aksi dengan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada perwakilan rakyat.
Secara umum, situasi selama aksi berlangsung terpantau aman dan terkendali.
Kehadiran aparat keamanan dinilai turut membantu menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jubi