PAPUA - Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan arah pembangunan ke depan harus berlandaskan kearifan lokal serta potensi unggulan yang dimiliki setiap wilayah.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Forum Perangkat Daerah yang digelar di Gedung LPP RRI Nabire, Kabupaten Nabire, Selasa (7/4/2026).
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, dr. Silwanus Soemoele, hadir mewakili Gubernur Papua Tengah dalam membuka secara resmi tahapan perencanaan pembangunan tahun 2027.
Baca juga: Koalisi HAM Papua Soroti 59 Tahun Freeport, Pemerintah Dinilai Abaikan Hak Masyarakat Adat Dan Buruh
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada angka, tetapi harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.
Ia menjelaskan bahwa Papua Tengah memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar serta potensi budaya yang kuat untuk dikembangkan.
Baca juga: Viral Penangkapan Pelaku Pencurian Patung Disorot, LP3BH Ingatkan Asas Praduga Tak Bersalah
Namun demikian, berbagai tantangan masih dihadapi, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga kesenjangan pembangunan antar wilayah.
Selain itu, kapasitas fiskal daerah yang terbatas juga menjadi salah satu kendala dalam mempercepat pembangunan secara merata.
Meski begitu, pemerintah melihat adanya peluang besar untuk mengoptimalkan potensi daerah dengan dukungan semangat masyarakat yang tinggi.
Baca juga: Mahasiswa Jayapura Soroti Ketimpangan Pengelolaan SDA Papua Dalam Aksi Damai
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula lima arahan penting dari Gubernur Papua Tengah kepada seluruh perangkat daerah.
Arahan tersebut meliputi orientasi pada hasil, penggunaan data yang akurat dalam perencanaan, sinkronisasi program antar daerah, inovasi pelayanan publik, serta dampak langsung bagi masyarakat.
Silwanus menegaskan bahwa setiap program harus benar-benar memberikan manfaat nyata, bukan sekadar formalitas penyerapan anggaran.
Ia juga mengingatkan bahwa forum FGD ini bukan hanya kegiatan rutin, tetapi menjadi momentum strategis dalam menyusun kebijakan pembangunan yang terarah dan terukur.
Melalui forum ini, diharapkan lahir program-program prioritas yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat serta mendorong Papua Tengah menjadi daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jubi