Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 00:59 WIB

Rumput Laut Kepulauan Yapen Jadi Andalan Ekonomi Pesisir

Rumput Laut Kepulauan Yapen Jadi Andalan Ekonomi PesisirAktivitas warga saat memanen rumput laut di perairan Kampung Sarwandori, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen. (Ist)

PAPUA - Kampung Sarwandori di Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, resmi ditetapkan sebagai sentra pengembangan budi daya rumput laut oleh Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Provinsi Papua. Penetapan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sektor kelautan sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir.

Kepala Bidang Produksi Kelautan dan Perikanan DPK Papua, Yan Elvid Wayeni, menyampaikan bahwa pengembangan tahap kedua yang dilakukan para pembudi daya menunjukkan hasil yang menggembirakan. Produksi rumput laut meningkat signifikan dibanding tahap awal pelaksanaan program.

Menurutnya, tiga wilayah yakni Kabupaten Kepulauan Yapen, Biak Numfor, dan Supiori telah ditetapkan sebagai sentra pengembangan rumput laut di Papua. Namun, Kepulauan Yapen dinilai paling responsif dalam menindaklanjuti program unggulan tersebut.

Pada tahun 2020, DPK Provinsi Papua melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pengembangan rumput laut. Hasil evaluasi tersebut langsung direspons oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen dengan memperkuat dukungan kepada para pembudi daya di Sarwandori.

Baca juga: Daftar SMA Terbaik di Kota Jayapura, Ini 18 Sekolah Rekomendasi

Yan menjelaskan bahwa pemerintah provinsi kini menerapkan kebijakan berbasis kinerja. Wilayah yang aktif mengembangkan sektor unggulan sesuai potensi daerah akan mendapatkan alokasi anggaran lebih besar dibanding daerah yang tidak optimal menjalankan program.

Respons positif dari masyarakat Sarwandori menjadi salah satu faktor utama keberhasilan program ini. Para pembudi daya dinilai serius mengembangkan metode tanam yang efektif, termasuk menggunakan sistem long line untuk meningkatkan produktivitas.

Jika pada tahap awal produksi hanya mencapai sekitar 150 kilogram basah, kini pada tahap kedua hasil panen meningkat menjadi 500 kilogram basah. Lonjakan ini menunjukkan adanya peningkatan kapasitas teknis sekaligus kualitas pengelolaan budi daya.

DPK Papua menyatakan akan terus memantau perkembangan pengembangan tahap ketiga agar pertumbuhan produksi tetap terjaga. Pemerintah juga mendorong upaya menekan angka mortalitas atau kematian rumput laut hingga mendekati nol.

Baca juga: Universitas Negeri di Jayapura, Ini Daftarnya dan Keunggulannya

Upaya tersebut dinilai penting agar siklus produksi berjalan stabil dan berkelanjutan. Stabilitas produksi menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan pasar serta meningkatkan pendapatan pembudi daya.

Selain pendampingan teknis, pemerintah provinsi juga menyiapkan dukungan penyediaan bibit melalui kultur jaringan. Langkah ini bertujuan menjaga kontinuitas pasokan bibit berkualitas tanpa bergantung pada daerah lain.

Provinsi Papua sendiri telah memiliki balai benih ikan yang berlokasi di Bosnik, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor. Fasilitas ini disiapkan untuk mendukung kebutuhan bibit, termasuk bagi pengembangan rumput laut di berbagai wilayah.

Dengan dukungan perencanaan, pendanaan, hingga akses pasar, Kampung Sarwandori diharapkan mampu menjadi model pengembangan ekonomi pesisir berbasis komoditas unggulan. Keberhasilan ini sekaligus mempertegas potensi besar sektor kelautan Papua dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara News

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Rumput Laut Kepulauan Yapen Jadi Andalan Ekonomi Pesisir

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!