Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 24 MEI 2026 • 07:00 WIB

Self-Glamping Mewah Di Danau Paniai Yang Masih Alami Dan Eksotis

Self-Glamping Mewah Di Danau Paniai Yang Masih Alami Dan Eksotisglamping" data-author="null" data-credit="null" data-source="null">ilustrasi self glamping

PAPUA - Danau Paniai di Papua Tengah dikenal sebagai salah satu kawasan alam paling eksotis di Indonesia dengan panorama pegunungan yang masih sangat alami. Meski begitu, hingga kini belum tersedia operator wisata resmi yang menyediakan fasilitas glamping siap pakai di kawasan tersebut.

Pilihan akomodasi di sekitar Danau Paniai masih terbatas pada hotel sederhana, wisma, maupun rumah warga lokal di Enarotali. Karena itu, wisatawan yang ingin merasakan pengalaman glamping mewah perlu membawa perlengkapan sendiri atau menggunakan jasa private trip organizer.

Konsep yang kini mulai dikenal di kawasan tersebut adalah “Self-Glamping”. Wisatawan membawa seluruh kebutuhan premium secara mandiri, mulai dari tenda besar hingga perlengkapan kenyamanan tidur.

Beberapa lokasi di sekitar Danau Paniai dianggap ideal untuk mendirikan kemah. Salah satunya adalah kawasan Bukit Bobaigo yang menawarkan panorama danau dari ketinggian dengan suasana sejuk khas pegunungan.

Baca juga: Tradisi Sasi Di Papua Jadi Benteng Adat Dalam Menjaga Laut Dan Kelestarian Biota Pesisir

Selain Bukit Bobaigo, tepian Kampung Madi dan Enarotali juga menjadi pilihan favorit wisatawan. Lokasi ini relatif lebih mudah dijangkau karena dekat dengan pusat logistik dan permukiman warga.

Sebelum mendirikan tenda, wisatawan diwajibkan meminta izin kepada kepala suku maupun pemilik hak ulayat setempat. Proses tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap adat dan budaya masyarakat Papua.

Karena belum tersedia penyewaan perlengkapan glamping di lokasi, seluruh kebutuhan harus dibawa dari kota besar seperti Jayapura atau Nabire. Tenda dome besar maupun tipe bell tent menjadi pilihan utama karena mampu bertahan dari angin pegunungan.

Untuk kenyamanan saat malam hari, wisatawan biasanya membawa kasur angin, sleeping bag termal, hingga bantal tebal. Suhu di kawasan Danau Paniai yang berada di ketinggian sekitar 1.700 mdpl bisa terasa sangat dingin pada malam hari.

Baca juga: Kisah Dokter Inspiratif Di Papua Yang Mengabdi Hingga Pedalaman

Peralatan kelistrikan juga menjadi kebutuhan penting dalam konsep self-glamping. Power station portabel sering digunakan untuk menyalakan lampu dekorasi, mengisi daya perangkat elektronik, hingga mendukung penggunaan proyektor mini.

Akses menuju Danau Paniai memerlukan perjalanan panjang dan persiapan matang. Wisatawan biasanya terbang terlebih dahulu menuju Nabire sebelum melanjutkan perjalanan darat menggunakan kendaraan dobel gardan melewati jalur Trans Papua.

Perjalanan dari Nabire menuju Enarotali dapat memakan waktu sekitar tujuh hingga sembilan jam. Jika membawa perlengkapan dalam jumlah besar, wisatawan juga dapat menyewa perahu motor milik warga untuk memindahkan barang ke lokasi camping.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Self-Glamping Mewah Di Danau Paniai Yang Masih Alami Dan Eksotis

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!