PAPUA - Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam memerlukan upaya berkelanjutan untuk menjaga kemurnian serta memahami dan mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu cara yang dinilai efektif dalam menjaga kemurnian tersebut adalah melalui hafalan ayat-ayat suci oleh generasi muda.
Namun di wilayah Timika, keberadaan lembaga pendidikan yang berfokus pada tahfidz Al-Qur’an masih tergolong terbatas.
Baca juga: Aksi Nelayan Desa Lermatang Berakhir Damai, Kompensasi Disepakati
Kondisi ini mendorong kepedulian sejumlah pihak, termasuk pewakaf tanah dan pendiri pondok, untuk menghadirkan solusi melalui pendidikan berbasis Al-Qur’an.
Pada tahun 2020, berdirilah Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ummahatul Mukminin Al-Akbar sebagai wadah pembinaan generasi penghafal Al-Qur’an.
Lembaga ini hadir dengan visi mencetak generasi yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki akhlak mulia.
Dalam menjalankan perannya, pondok pesantren menetapkan misi untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, menanamkan nilai-nilainya, serta membentuk karakter santri yang berakhlak baik.
Baca juga: Polres Mimika Kawal Tiga Bus Warga, Kamtibmas Tetap Kondusif
Keunggulan utama pondok terletak pada sistem pembinaan hafalan yang terstruktur serta integrasi antara hafalan dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.
Metode pembelajaran yang diterapkan adalah metode Mutqin, yang menekankan kekuatan hafalan dan konsistensi dalam menjaganya.
Metode ini meliputi murajaah dan tikrar sebagai pengulangan hafalan, talaqqi atau tasmi’ untuk setoran hafalan kepada guru, serta ziyadah untuk penambahan hafalan baru.
Pondok juga menerapkan aturan ketat, di mana santri yang telah menghafal tiga juz wajib menyetorkan hafalan dalam satu kali duduk tanpa melihat mushaf.
Baca juga: Bupati Mimika Tegaskan Belum Ada Pemberhentian Massal PPPK
Proses tersebut dilakukan secara bertahap dan berulang hingga santri mampu menyelesaikan hafalan 30 juz secara menyeluruh.
Selain fokus pada pembinaan internal, pondok pesantren juga aktif mengikuti berbagai perlombaan seperti MTQ dan MHQ di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Prestasi yang diraih para santri menjadi bukti keberhasilan metode pembinaan yang diterapkan secara konsisten.
Pendiri pondok, KH Andi Ahmad Jaya, menyampaikan bahwa pada tahun ini sejumlah santri dijadwalkan menyelesaikan hafalan 30 juz, sementara lainnya akan menyusul pada tahun berikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Papuanewsonline.com