PAPUA - Aparat kepolisian meningkatkan pengamanan dalam proses keberangkatan warga dari wilayah Tembagapura menuju Kota Timika, Selasa pagi (31/3/2026), guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terkendali.
Pengawalan dilakukan terhadap tiga unit bus yang mengangkut warga masyarakat yang akan menghadiri acara kedukaan almarhum Balau Newegalen serta memberikan dukungan terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
Kegiatan pengamanan ini melibatkan personel gabungan dari Polsek Tembagapura dan Brimob yang disiagakan sejak pagi hari.
Kasihumas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, menjelaskan bahwa pengamanan telah dimulai sejak pukul 06.30 WIT hingga seluruh proses boarding penumpang selesai dilakukan.
Petugas ditempatkan di sejumlah titik keberangkatan guna memastikan seluruh rangkaian perjalanan berlangsung aman dan tertib.
Selain melakukan pengawasan di area bus, personel juga mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi keberangkatan agar mobilitas warga tetap lancar.
Pemeriksaan barang bawaan penumpang dilakukan secara menyeluruh guna mengantisipasi adanya benda berbahaya yang dapat mengganggu keamanan selama perjalanan.
Baca juga: Bupati Mimika Tegaskan Belum Ada Pemberhentian Massal PPPK
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan pasca meningkatnya perhatian publik terhadap kasus pembunuhan yang terjadi di Kwamki Narama.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang belum jelas, agar situasi kamtibmas tetap terkendali," ujar Hempy Ona.
Menurut kepolisian, keberangkatan tiga bus tersebut merupakan bentuk dukungan masyarakat terhadap proses penyidikan kasus kematian Balau Newegalen yang saat ini masih ditangani aparat penegak hukum.
Warga yang berangkat berasal dari berbagai wilayah, di antaranya Kampung Damai, Kwamki Narama, hingga Mimika Baru.
Selama proses pemeriksaan, seluruh penumpang disebut menunjukkan sikap kooperatif dan mengikuti arahan petugas dengan tertib.
Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya senjata, benda tajam, maupun barang lain yang berpotensi membahayakan keamanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: