Jumat, 08 MEI 2026 • 10:00 WIB

Rekomendasi Workshop Batik Papua Dorong Kreativitas Dan Pelestarian Budaya

Author

ilustrasi

PAPUA - Kegiatan workshop batik di Papua terus berkembang dan menjadi salah satu program pemberdayaan masyarakat yang rutin dilaksanakan oleh pemerintah daerah bersama komunitas kreatif di berbagai wilayah.

Berbagai pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada keterampilan membatik, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal yang kaya akan motif khas seperti Cenderawasih, Sentani, dan Asmat.

Salah satu pusat kegiatan yang aktif adalah Sanggar Batik Phoukow Faa yang berlokasi di Sentani, Jayapura, yang dikenal memproduksi batik cap dan batik tulis dengan ciri khas motif Papua.

Di sanggar ini, masyarakat diajarkan berbagai teknik membatik sekaligus mengenal motif tradisional seperti kura-kura, burung cenderawasih, hingga ekor ikan yang memiliki makna filosofis tersendiri.

Baca juga: Pesona Panjat Tebing Papua Dari Carstensz Pyramid Hingga Arena Sport Climbing

Selain itu, Papua Youth Creative Hub atau PYCH di Jayapura juga menjadi wadah bagi anak muda Papua untuk mengikuti workshop batik dan mengembangkan kreativitas berbasis budaya lokal.

Di tempat ini, generasi muda diperkenalkan pada motif autentik Papua sekaligus didorong untuk menciptakan karya batik yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai tradisi.

Di wilayah Papua Barat Daya, khususnya Sorong, Dinas Pariwisata setempat kerap mengadakan pelatihan batik Ecoprint dan batik tulis yang menyasar kelompok perempuan untuk meningkatkan ekonomi kreatif.

Metode Ecoprint menjadi salah satu inovasi yang cukup diminati karena memanfaatkan bahan alami dari tumbuhan untuk menghasilkan motif unik dan ramah lingkungan.

Baca juga: Wajib Catat! Ini Daftar Nomor Darurat Papua Lengkap Untuk Kondisi Gawat Darurat

Selain pemerintah, pelatihan batik juga didukung oleh instruktur dari Hijrah Creative yang secara aktif memberikan pelatihan di berbagai daerah seperti Fakfak dan wilayah lainnya di Papua.

Materi yang diberikan dalam workshop meliputi pengenalan motif khas Papua, teknik mencanting, pengecapan kain, hingga proses pewarnaan yang menjadi tahapan penting dalam produksi batik.

Motif-motif yang diajarkan tidak hanya sebatas estetika, tetapi juga mengandung nilai budaya seperti simbol Cenderawasih, Asmat, Sentani, dan Tifa yang mencerminkan identitas masyarakat Papua.

Baca juga: Pelaku Kekerasan Seksual Anak Ditangkap, Polisi Dalami Kasus dan Kumpulkan Bukti Tambahan

Kegiatan workshop ini secara keseluruhan bertujuan untuk melestarikan warisan budaya sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menghasilkan produk kerajinan bernilai jual tinggi.

Dengan adanya pelatihan yang berkelanjutan, diharapkan batik Papua dapat terus berkembang sebagai produk unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU