Kamis, 14 MEI 2026 • 12:00 WIB

Papua Jadi Surga Bahasa Dunia Dengan Ratusan Bahasa Daerah Sebagai Identitas Budaya

Author

ilustrasi

PAPUA - Papua dikenal sebagai wilayah dengan keragaman bahasa tertinggi di Indonesia bahkan dunia karena memiliki ratusan bahasa daerah yang masih digunakan oleh masyarakat adat di berbagai wilayah.

Jumlah bahasa yang tercatat di Tanah Papua diperkirakan mencapai lebih dari 250 hingga sekitar 428 bahasa ibu yang tersebar di berbagai suku dan daerah pedalaman maupun pesisir.

Bahasa-bahasa tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi sehari-hari, tetapi juga menjadi penyimpan sejarah, pengetahuan lokal, serta identitas budaya masyarakat Papua.

Baca juga: Keunikan Aksesoris Pakaian Adat Papua Dari Mahkota Bulu Hingga Noken Yang Sarat Makna Budaya

Secara umum, bahasa daerah di Papua terbagi ke dalam dua rumpun utama yaitu Austronesia atau Melanesia dan non-Austronesia yang dikenal sebagai bahasa Papua.

Salah satu bahasa yang cukup dikenal adalah bahasa Dani yang digunakan oleh masyarakat Suku Dani di kawasan Lembah Baliem, Papua Pegunungan.

Selain itu terdapat bahasa Biak yang digunakan masyarakat di wilayah Biak Numfor serta bahasa Sentani yang berkembang di sekitar kawasan Danau Sentani.

Baca juga: Pesona Wisata Timika : Dari Kota Modern Kuala Kencana Hingga Keindahan Alam Taman Nasional Lorentz Yang Mendunia

Di wilayah pesisir selatan Papua, masyarakat masih menggunakan bahasa Asmat, Awyu, Korowai, hingga Marind yang menjadi bagian penting dari identitas suku setempat.

Sementara itu, bahasa Moni digunakan oleh masyarakat di kawasan pegunungan tengah Papua dan masih aktif dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah banyaknya bahasa ibu, masyarakat Papua juga menggunakan Bahasa Melayu Papua sebagai bahasa penghubung antar suku dalam aktivitas sosial sehari-hari.

Baca juga: Daftar Maskapai Penerbangan Ke Papua Yang Menghubungkan Wilayah Timur Indonesia Dengan Kota-Kota Besar

Dialek Melayu Papua berkembang menjadi lingua franca yang sering dipadukan dengan kosakata lokal dari berbagai bahasa daerah di Papua.

Meski memiliki kekayaan linguistik luar biasa, banyak bahasa daerah di Papua kini menghadapi ancaman kepunahan akibat berkurangnya penutur dari generasi muda.

Beberapa bahasa bahkan dilaporkan telah punah seperti bahasa Tandia di Teluk Wondama dan bahasa Air Matoa di wilayah Kaimana karena tidak lagi digunakan secara aktif.

Untuk menjaga kelestarian bahasa daerah, berbagai upaya revitalisasi terus dilakukan melalui dokumentasi kamus bahasa lokal, penggunaan bahasa ibu dalam lingkungan keluarga, serta pengenalan bahasa daerah dalam kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah Papua.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU