PAPUA - Aksesoris dalam pakaian adat Papua memiliki ciri khas yang sangat kuat dengan memanfaatkan bahan-bahan alami dari lingkungan sekitar seperti bulu burung kasuari dan cenderawasih, kulit kayu, hingga gigi hewan dan kerang yang sarat makna budaya.
Setiap elemen aksesoris tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga memiliki nilai simbolis yang mencerminkan kekuatan, keberanian, serta hubungan erat masyarakat Papua dengan alam sekitarnya.
Salah satu aksesoris yang paling dikenal adalah mahkota bulu yang biasanya terbuat dari bulu burung kasuari atau cenderawasih dan digunakan sebagai simbol kehormatan serta kebersamaan dalam komunitas adat.
Baca juga: Pesona Panjat Tebing Papua Dari Carstensz Pyramid Hingga Arena Sport Climbing
Selain itu, terdapat noken yang merupakan tas tradisional khas Papua yang dibuat dari serat kulit kayu atau rotan dan sering dikenakan di kepala maupun bahu sebagai simbol kehidupan dan kesuburan.
Noken tidak hanya berfungsi sebagai alat membawa barang, tetapi juga menjadi identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Papua.
Aksesoris lain yang tidak kalah penting adalah rumbai-rumbai yang terbuat dari bahan seperti goni atau sagu dan biasanya dikenakan di bagian pinggang, lengan, atau leher sebagai pelengkap busana adat.
Baca juga: Wajib Catat! Ini Daftar Nomor Darurat Papua Lengkap Untuk Kondisi Gawat Darurat
Kalung dan gelang juga menjadi bagian penting dalam aksesoris tradisional Papua yang umumnya dibuat dari gigi babi, gigi anjing, atau kulit pohon melinjo sebagai simbol kekuatan dan status sosial.
Perhiasan tersebut sering digunakan dalam berbagai upacara adat maupun tarian tradisional yang menggambarkan identitas budaya masing-masing suku di Papua.
Selain itu, terdapat hiasan dada atau badan yang biasanya berupa rangkaian gigi hewan atau anyaman kulit kayu yang disusun secara silang di bagian tubuh sebagai simbol perlindungan dan keberanian.
Baca juga: Pelaku Kekerasan Seksual Anak Ditangkap, Polisi Dalami Kasus dan Kumpulkan Bukti Tambahan
Dalam beberapa pertunjukan budaya atau karnaval, masyarakat juga menambahkan hiasan dari bulu ayam yang memberikan kesan lebih meriah dan ekspresif.
Aksesoris ini biasanya dipadukan dengan pakaian adat seperti koteka yang dikenakan oleh pria serta rok rumbai yang digunakan oleh wanita dalam berbagai upacara adat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: