PAPUA - Papua dikenal sebagai wilayah dengan kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Di antara berbagai tanaman endemik yang tumbuh di wilayah timur Indonesia, buah merah menjadi salah satu komoditas khas yang paling menarik perhatian karena manfaat kesehatannya yang besar.
Buah merah atau Pandanus conoideus telah lama digunakan masyarakat Papua Pegunungan sebagai bahan pangan tradisional sekaligus obat alami untuk menjaga kesehatan tubuh. Tanaman ini tumbuh subur di daerah pegunungan seperti Wamena, Jayawijaya, Tolikara, hingga sejumlah wilayah dataran tinggi lainnya di Papua.
Masyarakat adat Papua telah mengenal buah merah sejak ratusan tahun lalu. Dalam kehidupan sehari-hari, buah ini sering digunakan dalam berbagai kegiatan adat dan tradisi masyarakat pegunungan.
Selain dikonsumsi sebagai makanan, buah merah juga memiliki nilai budaya dan spiritual bagi masyarakat lokal. Dalam tradisi bakar batu yang menjadi simbol persaudaraan dan rasa syukur masyarakat Papua, buah merah kerap disajikan sebagai bagian dari hidangan adat.
Baca juga: Buah Matoa hingga Bitua Jadi Harta Karun Alam Papua
Secara fisik, buah merah memiliki bentuk lonjong menyerupai pepaya dengan ukuran yang cukup besar. Panjangnya bahkan dapat mencapai 30 hingga 100 sentimeter dengan warna merah marun menyala saat matang sempurna.
Tekstur buah merah cenderung berserat dengan biji-biji kecil yang padat di bagian dalam. Buah ini biasanya diolah menjadi minyak atau ekstrak sebelum dikonsumsi masyarakat.
Popularitas buah merah mulai dikenal secara luas pada awal tahun 1990-an setelah dilakukan penelitian ilmiah oleh ahli gizi dari Universitas Cenderawasih, Drs. I Made Budi, M.App.Sc.
Penelitian tersebut mengungkap kandungan nutrisi luar biasa yang terdapat di dalam buah merah, terutama kadar betakaroten, tokoferol atau vitamin E alami, serta berbagai asam lemak esensial yang sangat baik bagi kesehatan tubuh.
Kandungan betakaroten pada buah merah disebut mencapai 12.000 hingga 14.000 ppm, sedangkan kandungan tokoferolnya berkisar antara 7.000 hingga 10.000 ppm. Angka tersebut menjadikan buah merah sebagai salah satu sumber antioksidan alami tertinggi di Indonesia.
Baca juga: Buah Lontar Jadi Kekayaan Alam Khas Kabupaten Jayapura
Selain itu, buah merah juga mengandung asam oleat, linoleat, dan linolenat yang dikenal baik untuk menjaga kesehatan jantung dan membantu meningkatkan metabolisme tubuh.
Berkat kandungan gizinya yang tinggi, buah merah kini dikenal sebagai superfood alami khas Papua. Banyak masyarakat percaya bahwa konsumsi minyak buah merah mampu membantu menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan kesehatan secara menyeluruh.
Antioksidan tinggi di dalam buah merah juga dipercaya mampu membantu melawan radikal bebas yang menjadi penyebab berbagai penyakit degeneratif seperti kanker, hipertensi, diabetes, dan asam urat.
Selain itu, kandungan betakaroten yang tinggi bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata dan membantu meningkatkan fungsi saraf. Vitamin E alaminya juga dipercaya membantu memperlambat penuaan dini serta menjaga kesehatan kulit.
Dalam sejumlah penelitian lokal, ekstrak buah merah juga disebut memiliki manfaat untuk meningkatkan stamina dan vitalitas tubuh. Karena manfaat tersebut, produk olahan buah merah kini mulai banyak dikembangkan menjadi suplemen kesehatan modern.
Saat ini, minyak buah merah menjadi produk paling populer dari hasil olahan tanaman khas Papua tersebut. Produk ini dipasarkan dalam bentuk botol maupun kapsul ekstrak yang telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia hingga pasar internasional.
Nilai ekonomi buah merah juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Harga minyak buah merah murni bahkan dapat mencapai ratusan ribu rupiah per botol tergantung kualitas dan tingkat kemurniannya.
Baca juga: Silas Papare, Tokoh Papua Yang Mengobarkan Semangat Persatuan Untuk NKRI
Pemerintah daerah Papua bersama sejumlah lembaga penelitian kini terus mendorong pengembangan budidaya buah merah sebagai komoditas unggulan lokal yang berkelanjutan.
Selain sebagai produk kesehatan, buah merah juga mulai dikembangkan sebagai bahan baku kosmetik alami dan pangan fungsional modern yang memiliki potensi besar di pasar global.
Masyarakat Papua berharap pengembangan buah merah tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga mampu menjaga kelestarian alam dan mempertahankan nilai budaya masyarakat adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Buah merah kini bukan sekadar tanaman khas Papua, melainkan simbol kekayaan hayati Indonesia yang menunjukkan besarnya potensi alam timur Nusantara di bidang kesehatan, pangan, dan ekonomi masyarakat lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: KPU Papua Pegunungan