Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 26 MEI 2026 • 11:47 WIB

Buah Matoa hingga Bitua Jadi Harta Karun Alam Papua

Buah Matoa hingga Bitua Jadi Harta Karun Alam PapuaBuah matoa khas Papua (Ist)

PAPUA - Papua menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki keanekaragaman hayati luar biasa. Selain hutan tropis dan satwa endemik, Papua juga menyimpan berbagai jenis buah khas yang tumbuh alami di tanah Cendrawasih dan memiliki cita rasa berbeda dari buah-buahan tropis pada umumnya.

Buah-buah khas Papua tersebut tidak hanya dikenal karena rasanya yang unik, tetapi juga karena kandungan nutrisi dan manfaat kesehatannya yang telah dipercaya masyarakat adat secara turun-temurun selama ratusan tahun.

BUAH MATOA

Salah satu buah paling terkenal dari Papua adalah matoa. Buah ini menjadi ikon kuliner khas Papua karena memiliki perpaduan rasa yang unik antara rambutan, kelengkeng, dan sedikit aroma durian yang khas.

Secara fisik, matoa berbentuk bulat lonjong dengan kulit cukup keras. Saat matang, kulitnya berubah warna dari hijau menjadi kemerahan hingga cokelat kehitaman. Daging buahnya berwarna putih bening dengan rasa manis yang menyegarkan.

Baca juga: Buah Lontar Jadi Kekayaan Alam Khas Kabupaten Jayapura

Matoa juga dikenal kaya akan vitamin C dan vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan alami bagi tubuh. Masyarakat Papua kerap mengonsumsi buah ini secara langsung saat musim panen tiba.

Terdapat dua jenis matoa yang populer di Papua, yakni matoa kelapa dan matoa papeda. Matoa kelapa memiliki tekstur daging lebih tebal, kenyal, dan tidak lengket, sedangkan matoa papeda cenderung lebih lembek dengan tekstur sedikit lengket.

BUAH MERAH

Selain matoa, Papua juga memiliki buah merah atau yang dikenal masyarakat pegunungan dengan nama Kuansu. Buah ini berasal dari keluarga pandan-pandanan dan telah lama digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional.

Buah merah memiliki bentuk lonjong besar dengan warna merah menyala yang sangat mencolok. Panjangnya bahkan bisa mencapai 30 hingga 50 sentimeter dengan tekstur padat di bagian kulit luar.

Masyarakat Papua biasanya tidak mengonsumsi buah merah secara langsung. Buah ini diolah dengan cara direbus atau dipanggang untuk diambil minyak alaminya yang dipercaya memiliki banyak manfaat kesehatan.

Kandungan betakaroten dan tokoferol dalam buah merah diyakini mampu membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan secara alami. Karena manfaatnya tersebut, buah merah kini mulai dikenal luas hingga ke luar Papua.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Buah Matoa hingga Bitua Jadi Harta Karun Alam Papua

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!