Sabtu, 11 JULI 2026 • 08:00 WIB

Pasar Tradisional Papua Punya Keunikan Tersendiri, Dari Babi Hingga Hasil Laut Jadi Andalan Masyarakat

Author

Orang Papua Mengunyah Pinang

PAPUA - Pasar tradisional di Papua tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Berbeda dengan sejumlah daerah di Pulau Jawa yang memiliki pasar hewan berskala besar, aktivitas jual beli hewan di Papua tersebar di berbagai pasar tradisional.

Berbagai jenis hewan diperdagangkan di pasar-pasar tersebut, mulai dari babi, ayam, hingga hasil buruan dan tangkapan laut. Keberadaan pasar ini menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mencerminkan kearifan lokal yang masih terjaga hingga kini.

Salah satu pasar yang cukup dikenal adalah Pasar Jibama di Wamena, Papua Pegunungan. Pasar tersebut menjadi pusat perdagangan masyarakat di wilayah pegunungan dan terkenal sebagai lokasi utama jual beli ternak, khususnya babi.

Baca juga: Langit Malam Papua Bikin Takjub, Ini Lokasi Terbaik Menikmati Hamparan Bintang Dan Milky Way

Bagi masyarakat pegunungan Papua, babi memiliki nilai ekonomi sekaligus budaya yang sangat tinggi. Hewan tersebut kerap digunakan dalam berbagai kegiatan adat, mulai dari pesta budaya, upacara syukuran, hingga pembayaran mas kawin.

Pasar Jibama beroperasi setiap hari dan menjadi salah satu denyut utama perekonomian masyarakat Wamena. Aktivitas perdagangan di pasar ini selalu ramai karena menjadi tempat bertemunya pedagang dari berbagai kampung.

Di wilayah Papua Selatan, terdapat Pasar Mopah Baru yang berada di Merauke. Pasar tradisional terbesar di daerah tersebut melayani kebutuhan masyarakat dengan beragam komoditas, termasuk hasil buruan yang masih legal diperdagangkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Mitos Koyeidaba, Kisah Sakral Suku Mee yang Diyakini Membawa Harapan dan Asal Usul Ubi Jalar di Papua

Selain kebutuhan pokok, pasar ini juga dikenal sebagai tempat penjualan berbagai jenis daging hasil buruan yang menjadi bagian dari konsumsi masyarakat setempat. Aktivitas perdagangan berlangsung setiap hari dan menjadi salah satu pusat ekonomi terbesar di Merauke.

Sementara itu, Kota Jayapura memiliki Pasar Youtefa yang dikenal sebagai pasar induk terbesar di ibu kota Provinsi Papua. Beragam kebutuhan rumah tangga tersedia di lokasi ini, termasuk daging segar dan hewan ternak.

Di beberapa bagian pasar, masyarakat juga dapat menemukan pedagang yang menjual anakan babi serta berbagai kebutuhan peternakan. Pasar Youtefa beroperasi setiap hari mulai pagi hingga sore waktu Indonesia timur.

Baca juga: 3 Contoh Descriptive Text Bahasa Inggris Singkat Tentang Landmark Di Papua

Di Kabupaten Biak Numfor, terdapat Pasar Bosnik yang lebih dikenal sebagai pusat perdagangan hasil perikanan dan kelautan. Pasar ini menjadi tempat berkumpulnya nelayan untuk memasarkan hasil tangkapan mereka kepada masyarakat maupun pedagang.

Berbeda dengan pasar lainnya, Pasar Bosnik memiliki jadwal operasional tertentu, yakni setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Pada hari-hari tersebut, aktivitas jual beli ikan segar dan hasil laut lainnya berlangsung cukup ramai.

Keberadaan pasar-pasar tradisional di Papua menunjukkan besarnya potensi ekonomi berbasis sumber daya alam yang dimiliki masyarakat. Selain menjadi tempat perdagangan, pasar juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat hubungan antarmasyarakat dari berbagai daerah.

Dengan karakteristik yang berbeda di setiap wilayah, pasar tradisional di Papua terus menjadi bagian penting dalam menjaga roda perekonomian sekaligus melestarikan budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU